Terancam PPKM Darurat Berkenpanjangan
Pembatasan kegiatan yang semakin ketat sejak 3 Juli lalu akibat lonjakan jumlah kasus positif Covid-19 tak terlalu mempengaruhi pergerakan bursa saham dalam negeri. Namun indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi terkoreksi dalam jika penerapan PPKM darurat berlangsung lebih lama.
Direktur PT Anugerah Mega Investama, Hans Kwee, menuturkan indeks sempat berada di zona merah pada pekan pertama pelaksanaan PPKM darurat. Namun penurunannya tidak terlalu dalam lantaran IHSG masih bertahan di level 6.000. Pekan ini kondisinya membaik, yang terlihat dari performa indeks yang menguat 0,54 persen dibanding pada pekan sebelumnya.
Hans menuturkan pelaku pasar telah mengantisipasi kebijakan pemerintah untuk membatasi pergerakan masyarakat. Sebab, kenaikan jumlah kasus Covid-19 juga tampak di beberapa negara lain. Menurut Hans, pelaku pasar mungkin akan bereaksi jika pembatasan kegiatan yang seharusnya selesai pada 20 Juli ini berlangsung lebih dari tiga bulan.
Hal ini terlihat ketika Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengumumkan wacana perpanjangan PPKM darurat selama 4-6 pekan. IHSG sempat menyentuh level 5.900, meski kemudian menguat kembali ke kisaran 6.000. Jika PPKM darurat berlangsung lebih dari enam pekan, Ibrahim menuturkan, indeks bisa melemah hingga ke level 5.700.
Tags :
#PasarPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023