Belanja APBN Digenjot untuk Gerakkan Ekonomi
Pemerintah menggenjot belanja APBN 2021 untuk menggerakkan perekonomian nasional yang masih
didera pandemi Covid-19. Hingga semester I-2021, realisasi belanja negara mencapai Rp 1.170 triliun atau tumbuh
9,4% dibanding periode sama tahun lalu. Sementara itu, belanja modal kementerian/lembaga (K/L) sudah mencapai
Rp 71,6 triliun atau meningkat 90,2% dibandingkan semester pertama tahun lalu.
Pemerintah juga memastikan tidak
ada proyek infrastruktur yang dihentikan meski merebaknya gelombang kedua (second wave) pandemi
Covid-19. Sementara itu, Kementerian
Keuangan (Kemenkeu) memproyeksikan belanja negara hingga akhir
2021 akan mencapai Rp 2.700,4 triliun
atau 98,2% dari pagu APBN 2021 sebesar Rp 2.750 triliun, atau tumbuh
4% dibanding realisasi tahun 2020.
Belanja pemerintah pusat hingga
akhir tahun ini juga akan semakin
terakselerasi dengan proyeksi
serapan mencapai Rp 1.929,6 triliun
atau 98,7% dari pagu dalam APBN
2021 sebesar Rp 1.954,5 triliun.
Proyeksi sementara realisasi belanja
pemerintah pusat hingga akhir
tahun 2021 akan tumbuh 5,3% dari
realisasi tahun 2020 yang hanya
92,8% atau setara Rp 1.833 triliun dari
pagu Rp 1.975,2 triliun.
Sementara itu, pendapatan negara
diproyeksikan mencapai Rp 1.760,7
triliun atau 101% dari target APBN
2021 sebesar Rp 1.743,6 triliun. Sedangkan realisasinya hingga semester
I-2021 tumbuh 9,1% (yoy) menjadi Rp
886,9 triliun atau 50,9% dari target di
APBN 2021.
“Jadi penerimaan negara kita akan
mencapai Rp 1.760,7 triliun, sedikit di
atas target APBN. Tentu proyeksi ini
sangat bergantung pada proyeksi ekonomi dan Covid-19, terutama nanti terlihat di perpajakan,” kata Sri Mulyani.
Untuk outlook penerimaan pajak
sepanjang 2021 diperkirakan mencapai
Rp 1.176,3 triliun. Outlook ini hanya
mencapai 95,7% dari target penerimaan pajak tahun ini yang mencapai Rp
1.229,6 triliun, namun secara yoy tumbuh 9,7%. Artinya, penerimaan pajak
ini berpotensi kembali tidak mencapai
target atau terjadi shortfall sebesar Rp
53,3 triliun. Outlook ini masih akan
sangat bergantung pada kondisi ekonomi di sisa akhir tahun dan dorongan
agar ekonomi tetap pulih.
“Secara keseluruhan penerimaan
pajak diperkirakan di bawah target,
dampak dari peningkatan kasus Covid-19 yang menahan laju pemulihan
dan kebutuhan pemberian insentif
kepada dunia usaha,” tuturnya
(Oleh - HR1)
Tags :
#APBNPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023