Kerajinan Plat Seng Tembus Pasar Nasional
INDRALAYA, TRIBUN Desa Tanjung Atap, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, telah lama terkenal sebagai sentra pengrajin perkakas dapur berbahan plat seng. Salah satu pengrajin yang telah lama menekuni kerajinan plat seng ialah Rohib, warga Dusun 1 Desa Tanjung Atap. Pria 60 tahun ini sudah hampir 30 tahun menekuni kerajinan plat seng yang dilakukan secara turun-temurun. "Kalau saya sejak tahun 1992 jadi pengrajin seng ini," kata Rohib saat ditemui di kediamannya di Tanjung Atap, Kamis (1/7/2021). Sebagai pengrajin plat seng, Rohib menggunakan tiga bahan yakni stainless, aluminium dan kuningan. Dengan ketiga bahan ini, Rohib dengan berbekal ilmu secara otodidak yang juga diwariskan orang tuanya, membuat dan merancang perkakas dapur. Peralatan yang biasa dibuat adalah dandang, panci, bak, nampan, wajan, rantang, spatula, sendok sayur dan lain-lain. "Peralatan dapur ini kebanyakan dibuat dari bahan aluminium. Warga Desa Tanjung Atap lainnya juga rata-rata pengrajin perkakas dapur seperti saya," ungkap Rohib.
Seiring perkembangan zaman dan permintaan dari konsumen, Rohib beserta empat orang anggota keluarganya juga melayani pemesanan peralatan dapur lainnya seperti oven, galon hingga desain dan merek banner. "Peralatan dapur seperti oven dan galon baru empat tahun terakhir kami bikin. Ini karena permintaan konsumen dan kami juga mengikuti perkembangan di internet," ujar Rohib. la mengungkapkan, permintaan peralatan seperti oven dan galon terbuat dari aluminium, banyak diminati konsumen dari berbagai daerah di Sumatera, Jawa, bahkan Kalimantan. Ketertarikan konsumen ini menurut Rohib karena bahan aluminium dan stainless lebih tahan lama dan tak mudah rusak.
Rohib juga menjelaskan harga peralatan dapur tersebut. Harga satu unit oven dengan dua tingkat loyang dibanderol Rp 1 juta, sementara empat tingkat loyang harganya sedikit lebih tinggi, Rp 1,25 juta. Galon aluminium kapasitas 15 liter dihargai Rp 150 ribu. Alat kukus kue dibanderol Rp 350 ribu, rantang empat susun Rp 200 ribu dan bak pembeku getah karet terbuat dari stainless dengan kapasitas 50 kilogram, dihargai Rp 150 ribu. Begitu konsumen pesan, langsung kami bikin. Peralatan seperti oven paling makan waktu, butuh dua hari untuk membuatnya," jelas Rohib.
Pemasaran kerajinan plat seng ini diantaranya ke Palembang, Prabumulih dan Batu raja. Untuk di luar Sumatera Selatan, pemasaran ke Jambi, Sumatera Barat, Jakarta, Jawa Timur, hingga Kalimantan. "Pengiriman barang lewat jasa online. Kalau urusan itu, anak-anak saya yang tahu," ujar Rohib, Hingga kini, lanjut Rohib, permintaan peralatan memasak selalu ada. Bahkan beberapa waktu lalu, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Ogan Ilir, Siti Khadijah Mikhailia Khairunisa Alamsjah mengunjungi salah satu sentra kerajinan plat seng di Tanjung Alap ini. Tikha, nama panggilannya, mengaku sangat senang dapat bertemu langsung dengan para pengrajin lokal yang sangat giat mengembangkan kerajinan peninggalan para leluhur yang telah dijalankan secara turun-temurun sehingga saat plat ini semakin berkembang dan inovatif. "Saya sangat bangga dan mengapresiasi karya-karya para pengrajin lokal. Semoga dengan adanya karya lokal yang berkualitas, dapat memajukan dan semakin mengenalkan serta melestarikan kearifan lokal," tutur Tikha. Pada kesempatan tersebut, Tikha membeli sebuah galon aluminium buatan Rohib dan keluarga. "Adanya kerajinan lokal yang juga bagian dari UMKM ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat dan meningkatkan kunjungan wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten Ogan Ilit tercinta," ucap nya.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023