Hingga 2030, Bakti akan Adakan 3 Satelit Satria
JAKARTA – Hingga tahun 2030, Badan
Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi
Kementerian Komunikasi dan Informasi (Bakti)
menargetkan pengadaan tiga satelit Satria.
Tujuannya untuk peningkatan akses internet
yang lebih baik bagi layanan publik, terutama
di area terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T)
di Tanah Air.
Direktur Infrastruktur Bakti
Bambang Noegroho menyampaikan, Bakti akan mengadakan
tiga satelit Satria, yang terdiri atas
Satria-1 berkapasitas 150 Gpbs
yang akan diluncurkan akhir 2023,
Satria-2 berkapasitas 300 Gpbs
pada 2024, dan Satria-3 berkapasitas sekitar 500 Gpbs tahun 2030.
“Kita akan mengadakan tiga
satelit karena RI wilayah geografis kepulauan yang sulit dipenuhi jika membangun kabel fiber
optic,” ujar Nugi, panggilan akrab
Bambang Noe groho, dalam
acara ‘Peran Perbankan Dukung
Upaya Perluasan Konektivitas
Nasional’, dikutip Rabu (7/7).
Pengadaan satelit Satria-1
hingga Satria-3 sangat diperlukan
guna menopang akses internet
untuk layanan publik sekitar
501.112 titik di seluruh wilayah
Tanah Air. Sementara itu, hingga
saat ini, sudah sebanyak 351.111
titik layanan publik telah mampu
dilayani satelit.
President Director PT Pasifik
Satelit Nusantara (PSN) Adi
Rahman Adiwoso menyampaikan, proyek Satria-1 masuk ke
dalam Proyek Strategis Nasional
(PSN) Pemerintah Indonesia
dan menjadi salah satu kunci
pengembangan konektivitas internet broadband secara nasional.
Kahadiran Satria-1 yang akan
diluncurkan ke orbit pada kuartal III-2023 sangat diperlukan
untuk mengurangi kesenjangan
(gap) telekomunikasi mengingat
kondisi geografis Indonesia yang
terdiri atas ribuan pulau dengan
masih banyak masyarakat yang
belum terjangkau oleh akses
internet, terutama di wilayah 3T
(Oleh - HR1)
Tags :
#TelekomunikasiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023