Happy dengan Sistem Take Away Manfaatkan Digital Marketing
Sejak dua tahun masa pandemi covid-19, Sri Retnosari yang membuka usaha berjualan paket nasi briyani memilih untuk menjajakan dagangannya secara online. Hal itu dilakukan agar bisa mengurangi interaksi kontak dengan pembeli. "Selama pandemi belum hilang saya tidak mau membuka kedai, takutnya malah jadi klaster covid-19," ungkap wanita yang membuka usahanya di wilayah Jalan MP Mangkunegara Kenten. Take away atau dibawa pulang menjadi pilihan utama dirinya berjualan, selain menerima pesanan via WA, ia juga membuka jualannya di berbagai marketplace maupun aplikasi gofood. Apa yang dilakukan Retno ini juga paling tidak sudah menerapkan 5 M covid yaitu menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas. "Penerapan protokol kesehatan 5M sangat penting, apalagi sekarang konsumen memang melihat apakah makanan itu higinies atau tidaknya," kata dia.
Senada juga apa yang dilakukan oleh Nuning, pemilik dapur Moyboko ini selama satu tahun terakhir berjualan melalui online. Ia mengaku sangat efektif berjualan secara online ketimbang menjajakan langsung di tempat keramaian. "Saya takut tertular covid, makanya enak jualan online," kata dia. Ahli strategi digital marketing, Trio menjelaskan, pandemi COVID-19 membuat dampak yang sangat dahsyat, bukan hanya berdampak pada kesehatan manusia, tetapi juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi di dunia sehingga terjadi memburuknya sistem keuangan.
UMKM memiliki peranan penting terhadap perekonomian Indonesia terutama ketika terjadi krisis. Di tengah pandemi COVID-19 seperti saat ini para pelaku UMKM harus bisa melakukan inovasi serta memanfaatkan kanal pemasaran dan penjualan online untuk menjaga keberlangsungan usaha. "Selain itu para pelaku UMKM juga harus bisa menata ulang strategi bisnisnya. Dalam kondisi seperti saat ini, UMKM perlu melakukan penyesuaian diri dalam hal produk dan melakukan beberapa strategi pemasaran untuk bertahan," ungkapnya. Semakin pesat perkembangan era digital seperti saat ini tidak mungkin untuk dihindari. Apalagi dimasa pandemi COVID-19 seperti saat ini apa bila ingin tetap bertahan, maka UMKM harus mampu memaksimalkan manfaat dari perkembangan digital.
Digital marketing merupakan proses mempromosikan bisnis secara online. Digital marketing mencakup semua upaya pemasaran yang menggunakan perangkat elektronik atau internet. Bisnis memanfaatkan saluran digital seperti search engine, email, media sosial, dan situs web lain untuk terhubung dengan pelanggan saat ini dan calon pelanggan. Ada begitu banyak strategi digital marketing dan kadang-kadang dapat sangat melelahkan ketika mencoba memutuskan mana yang akan diprioritaskan. Dalam melakukan pelayanan pesan antar, pelaku usaha harus lebih memperketat standar pelayanannya dengan meningkatkan dan memastikan kebersihan dari produknya.
Untuk jasa, pelayanan bisa di kembangkan dengan melalui media online dan menggunakan aktifitas layanan daring sehingga bisa lebih efektif dan bisnis bisa berjalan seperti biasa. Pada masa pandemi COVID-19 seperti saat ini, kepercayaan konsumen menjadi salah satu faktor penting dalam keberlangsungan usaha. Ahli epidemiologi, Dr Iche beberapa waktu lalu ke pada Tribun mengungkapkan, belanja online sangat membantu mengurangi penyebaran Covid-19 di masyarakat. la menambahkan, penyedia layanan juga membantu mengurangi orang berkumpul seperti di restoran. Selain itu, ia juga menilai apa yang sudah dilakukan oleh penyedia seharusnya dilakukan oleh para mitranya, yaitu tetap mematuhi protokol kesehatan saat memesan makanan. "Kalau protokol kesehatan dipakai, seperti kantung makanannya diikat atau rekat dengan baik, mencuci tangan dan memakai handsanitizer maka bisa mengurangi penularan virus," kata nya.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023