Bendungan Tiga dihaji Baru 21 %
PALEMBANG - Progres pembangunan proyek strategis, Bendungan Tiga Dihaji di Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan terbilang lambat. Hingga saat ini pembangunan megaproyek tersebut baru mencapai 21 % sejak dibangun 2018 atau 3 tahun lalu. Lahan dan recofusing anggaran yang jadi penyebab lambatnya progres proyek. "Secara keseluruhan progres pembangunan Bendungan Tiga Dihaji sekitar 21 %," kata Kasatker Bendungan Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWSS) VIII, Lukman Hakim.
Menurutnya, progres keseluruhan hasil komulatif empat paket berjalan. Mulai 2018 hingga 2023 atau 6 tahun dari nilai kontrak Rp 3,7 T. Dari empat paket terkontrak, semuanya alami refocusing anggaran. Tahun ini paket 1 dari Rp 240 M dipangkas menjadi Rp 30 M, paket 2 dari Rp 260 M jadi Rp 70 M, paket 3 dari Rp 276 M jadi Rp 95 M, dan paket 4 Rp 368 M jadi Rp 195 M. "Sejak pandemik, pemerintah melaku kan recofusing anggaran dari tahun kemarin," ucap dia.
Dia mengatakan anggaran yang terbatas terserap habis pada kuartal pertama 2021. Sehingga tak ada pilihan lain atas kekurangan pembiayaan fisik, terpaksa dilakukan tahun berikutnya. "Makanya sejak dibangun hingga saat ini progresnya baru 21 %. Ini salah satu penyebab lambatnya pekerjaan," ucap dia.
Tahun ini, kata dia, alokasi anggaran Rp 380 M dari anggaran sebelumnya Rp 700 - 800 M. Dilakukan penyesuaian pembangunan dan tahun ini fokus menyelesaikan pembangunan terowongan pengelak. Terowongan itu akan dibangun sepanjang 595 meter yang fungsinya mengalihkan aliran sungai selama proses pembangunan bendungan berlangsung. "Untuk jalan akses menuju bendungan masih gunakan jalan kabupaten. Sekarang proses rencana pembangunan jalan akses baru permanen 8 kilometer," jelasnya. Kendala lain pembebasan lahan. Total lahan 334 hektare, dan sekitar 20 % lahan belum bebas atau 80 hektare.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023