Minat Investor Bisa Bergeser dari Saham Perbankan ke Bukalapak dan GoTo
JAKARTA – Pencatatan saham perusahaan teknologi bervaluasi besar seperti Bukalapak dan GoTo (Gojek dan Tokopedia) di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengubah peta investasi di pasar. Investor diperkirakan bakal mengalihkan dananya dari saham perbankan ke teknologi, antara lain Bukalapak dan GoTo. Apalagi, sektor perbankan kini menghadapi ancaman peningkatan kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL).
Masuknya Bukalapak dan GoTo
juga diyakini akan menggairahkan indeks harga saham gabungan (IHSG).
Bukalapak dan GoTo bakal menjadi
game changer yang mengubah minat
investor, terutama asing.
Direktur Panin Asset Management
Rudiyanto mengatakan, penawaran
umum perdana (initial public offering/IPO) saham unicorn dan decacorn
tersebut menjadi isu bagi investor
ke depannya, selain metodologi free
float dalam perhitungan indeks saham
serta environmental, social, and governance (ESG) investment.
“Bukalapak dan GoTo sangat berpotensi mengubah landscape pasar modal
Indonesia dalam hal positif. IHSG
dalam 3-5 tahun ini tidak terlalu bagus, tertinggi 6.700. Sementara, dunia
berubah. Saat pandemi Covid, investasi
di farmasi. Ketika tidak ada Covid, investasinya di saham teknologi. Apalagi,
Bukalapak dan GoTo bakal punya bobot besar ke indeks dan akan menjadi
tujuan investasi asing,” kata Rudiyanto
dalam acara The First Indonesia Investor
Summit 2021, Minggu (27/6).
(Oleh - HR1)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023