Investasi INA Masuk ke Proyek Level Komersial
JAKARTA – Juru Bicara Indonesia Investment Authority
(INA) atau Lembaga Pengelola
Investasi (LPI) Masyita Crystallin mengatakan, karakteristik
investasi INA akan masuk ke
proyek-proyek yang sudah
mencapai level komersial. Sehingga, investasi dilakukan
terhadap proyek-proyek yang
memiliki interest rate return
(IRR) menjual.
Untuk itu, pemerintah akan
berusaha untuk meningkatkan
nilai jual daerah terpencil di
mata investor dengan melakukan pembangunan infrastruktur yang dikerjasamakan
melalui public private partnership (PPP). Pemerataan pembangunan infrastruktur juga
diperlukan agar tercipta sumber ekonomi baru yang tidak
hanya berpusat di Pulau Jawa.
Menurut Masyita, masuknya
INA ke proyek infrastruktur tol
pada tahap awal diyakini akan
memberikan mulitiplier effect
atau efek berganda bagi daerah
sekitar termasuk UMKM. Sebab,
akses yang semakin mudah akan
memperpendek konektivitas
saat mendistribusikan barang.
“Konektivitas antarwilayah menjadi murah, banyak daerah maju
terkoneksi, sehingga UMKM
ikut naik. Secara direct belum ke
sana,” ujar dia. Perusahaan patungan ini
akan mengelola dana investasi
hingga US$ 3,75 miliar atau
Rp 54 triliun (kurs Rp 14.300/
US$). Investasi keempat entitas
keuangan ini akan difokuskan
pada proyek infrastruktur jalan
tol yang ada di Indonesia.
Bahkan, dalam waktu dekat,
INA akan akan melakukan investasi di tiga jalan tol. Meski
demikian, ia enggan memberitahukan dengan detail ketiga
jalan tol yang akan dimasuki
oleh INA tersebut.
(Oleh - HR1)
Tags :
#Investasi lainnyaPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023