Wacana PPN Sembako akan Bebani Petani
JAKARTA – Wacana penerapan pajak pertambahan
nilai (PPN) untuk komoditas
dasar (sembilan bahan pangan pokok/sembako) dinilai
kurang tepat dan akan makin
membebani para petani di
Tanah Air. Petani Indonesia
didominasi petani tanaman
pangan yang produksinya
sangat tergantung musim dan
ketika produksi melimpah
petani dihadapkan pada kejatuhan harga.
Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University Dwi
Andreas Santosa mengatakan,
pengenaan PPN terhadap komoditas pangan pokok (sembako) merupakan kebijakan
yang tidak tepat dan tidak
masuk akal. Kebijakan itu
justru akan memberatkan
petani dan makin memperpuruk kondisi petani Indonesia.
“Kebanyakan petani Indonesia
adalah petani tanaman pangan
yang untuk menghasilkan
atau berproduksi tergantung
musim dan keberuntungan.
Musim tidak bisa ditebak, jika
musim bagus maka produksi
pangan meningkat tapi jika
musim buruk maka petani
merugi,” ujar dia
Ekonom Indef Bhima Yudhistira mengatakan, pengenaan PPN terhadap pangan
pokok akan berdampak pada
peningkatan inflasi, konsumen
bisa teriak dan petani juga terpukul. PPN terhadap komoditas pangan merupakan kebijakan yang bisa menimbulkan
permasalahan baru sehingga
pemerintah perlu mempertimbangkannya kembali. “Masih
banyak urusan pertanian yang
perlu diperbaiki, bukan mengejar pemasukan PPN dari pertanian, memang selama ini
pertanian jarang dikenakan
pajak tetapi pengenaan PPN
terhadap pangan merupakan
sesuatu yang tidak masuk akal,”
kata dia.
(Oleh - HR1)
Tags :
#Pajak Pertambahan NilaiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023