;

Sri Mulyani: Draf RUU KUP Bocor dan Tersebar dengan Aspek-aspek Tidak Utuh

Sosial, Budaya, dan Demografi R Hayuningtyas Putinda 11 Jun 2021 Investor Daily, 11 Juni 2021
Sri Mulyani: Draf RUU KUP Bocor dan Tersebar dengan Aspek-aspek Tidak Utuh

JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan, draf Rancangan Undang-Undang tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) baru dikirimkan kepada pimpinan DPR RI dan belum dibahas. Sehingga, pihaknya sangat menyayangkan munculnya kegaduhan mengenai isu pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk kebutuhan pokok atau sembako. Apalagi, lanjut Menkeu, draf RUU KUP itu bocor dan tersebar ke publik dengan aspek-aspek yang terpotong dan tidak utuh sehingga menyebabkan kondisi menjadi kikuk. “Situasinya menjadi agak kikuk karena ternyata kemudian dokumennya keluar karena memang sudah dikirimkan ke DPR juga. Yang keluar sepotong-sepotong,” ujar Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis (10/6). Pernyataan Menkeu tersebut menjawab permintaan konfirmasi dan keberatan dari sejumlah anggota dewan di Komisi XI DPR RI terkait beredarnya pemberitaan seputar rencana pengenaan PPN terhadap sembako. Permintaan konfirmasi dan keberatan itu di antaranya datang dari Andreas Eddy Susetyo dari Fraksi PDIP, Puteri Anetta Komarudin dari Fraksi Partai Golkar, dan Kamrussamad dari Fraksi Partai Gerindra.

Sri Mulyani pun memastikan saat ini pemerintah masih terus memetakan dampak-dampak pandemi Covid-19 terhadap masyarakat termasuk para pengusaha UMKM. “Sampai hari ini kita juga sudah diminta memikirkan UMKM yang bangkitnya lebih lambat. Jadi, fokus kita adalah memulihkan ekonomi,” kata dia. Menurut Menkeu, saat ini APBN sedang berada dalam situasi extra ordinary termasuk menaikan defisit di atas 3% dari produk domestik bruto (PDB) selama tiga tahun berturut-turut, dari 2020 sampai 2022. Hal ini terjadi sebab pemerintah melakukan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Sri Mulyani mengatakan, APBN perlu disehatkan kembali tapi menyehatkan kembali dengan tetap menjaga momentum pemulihan itu harus dipilih atau dijaga dan dikelola secara hati-hati. “Situasi inilah yang sekarang sedang difokuskan yaitu pemulihan ekonomi, namun kita semua harus tetap membangun fondasi bagi ekonomi dan perpajakan untuk tetap sehat ke depan,” pungkas dia.

(Oleh - HR1)

Tags :
#RUU
Download Aplikasi Labirin :