Akhir Kisah PLTU Batu Bara
Jakarta - PT PLN (Persero) tidak akan lagi membangun pembangkit listrik tenaga uap batu bara (PLTU) setelah proyek 35 gigawatt dan proyek Fast Track Program 7 gigawatt rampung pada 2026. Kebutuhan listrik nantinya akan dipenuhi dari energi baru dan terbarukan (EBT). PLN tengah berupaya menekan penggunaan energi fosil karena alasan lingkungan. Perusahaan memiliki target netral karbon pada 2060 melalui peningkatan kapasitas pembangkit energi bersih hingga 100 persen. Saat ini mayoritas kebutuhan listrik di Indonesia atau sekitar 60 persen masih dipenuhi dari PLTU.
Selain menghentingkan penambahan kapasitas, PLN akan mulai mengganti pembangkit listrik tenaga mesin gasdengan pembangkit EBT berkapasitas 1,1 gigawatt mulai 2025. Pembangkit dari energi bersih itu akan menjadi pemikul beban dasar atau base load dengan dilengkapi baterai untuk memastikan stabilitas pasokan. Selagi PLTU perlahan dihapuskan, kapasitas pembangkit EBT diperkirakan akan mulai meningkat pada 2028. Mulai 2045, dia memperkirakan, porsi pembangkit EBT sudah akan mendominasi total pembangkit.
(Oleh - IDS)
Tags :
#PLNPostingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Optimalkan Kekuatan Ekonomi Domestik
Pemanfaatan Panas Bumi Indonesia
Proyek Hilirisasi US6 Miliar Segera meluncur
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023