BPJS Kesehatan Investigasi Peretasan 279 Juta Data Peserta
Jakarta - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengakui ada kemiripan antara sampel data 279 juta penduduk yang bocor dengan data peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Namun demikian, investigasi lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan peretasan data berasal dari data BPJS Kesehatan.
BPJS Kesehatan menyiapkan surat permohonan perlindungan hukum dan melaporkan ke Bareskrim Polri, serta membuat surat Kemkominfo. Kemudian melakukan koordinasi dengan Kemenko Polhukam yang dihadiri BSSN, BPJS Ketenagakerjaan, dan Badan Intelijen Negara (BIN). Lalu BPJS Kesehatan juga berkoordinasi dengan DJSN, Dewan Pengawas, Kemenkes, Kemenkeu, Kemkominfo, dan BSSN.
BPJS Kesehatan juga melakukan preventive action untuk penguatan sistem TI terhadap potensi gangguan keamanan data, antara lain meningkatkan proteksi dan keamanan sistem. Manajemen BPJS Kesehatan sudah mempersiapkan surat pemberitahuan dugaan adanya peretasan kepada OJK. Kemudian memastikan bahwa operasional BPJS Kesehatan dan pelayanan kepada peserta tidak terganggu, dan terus bisa melayani dengan baik. TImbulnya risiko reputasi pelaksanaan JKN. Hal itu bakal kontra produktif jika dihadapkan dengan keinginan pemerintah untuk semakin memantapkan peran jaminan nasional sebagai bagian dari pembangunan kesehatan secara nasional.
(Oleh - IDS)
Tags :
#KesehatanPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023