Bappenas:2022, Butuh Investasi Rp 5.931 Triliun
JAKARTA – Pemerintah meyakini, pemulihan
ekonomi di 2022 semakin baik sejalan dengan
target pertumbuhan ekonomi mencapai 5,8%.
Untuk mencapai target tersebut dibutuhkan
investasi sekitar Rp 5.891,4 triliun - Rp 5.931,8
triliun.
"Pada 2022, investasi akan jadi aktor utama
dorong laju pertumbuhan ekonomi," kata
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa
dalam pembukaan Musyawarah Perencanaan
Pembangunan Nasional (Musrenbangnas)
secara virtual, Jakarta, Selasa (4/5).
Secara rinci, komponen investasi dimaksud
terdiri dari investasi pemerintah sekitar 7,5-
8,4% atau setara Rp 439,4 triliun – Rp 497 triliun
dari total target investasi. Berikutnya, investasi
BUMN Rp 503,1 triliun - Rp 577 triliun atau
sekitar 8,5-9,7%. Serta, investasi swasta yang
diharapkan mencapai sekitar Rp 4.948,9 triliun
- Rp 4.857,7 triliun.
Lebih lanjut, ia meyakini Incremental Capital
Output Ratio (ICOR) Indonesia akan menurun
di 2022, seiring dengan pemulihan ekonomi.
ICOR Indonesia diperkirakan meningkat
menjadi 8,16 pada 2021 dari posisi 2019 yang
tercatat sebesar 6,88.
ICOR diperkirakakan kembali menurun ke
level 6,24 pada 2022. Dengan harapan dapat
mendorong investasi tahun depan. "ICOR
2022 diperkirakan lebih rendah, sehingga investasi dapat mendorong ekonomi secara lebih
efisien,"tuturnya.
(Oleh - HR1)
Tags :
#Investasi lainnyaPostingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Ketahanan Investasi di Sektor Hulu Migas
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Aturan Baru Jadi Tantangan Industri
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Rendahnya Belanja Produktif Menghambat Pemulihan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023