;

Kenaikan Inflasi Tanda Awal Pemulihan Ekonomi

Ekonomi R Hayuningtyas Putinda 04 May 2021 Investor Daily, 4 Mei 2021
Kenaikan Inflasi Tanda Awal Pemulihan Ekonomi

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi pada April 2021 sebesar 0,13% secara month-to-month (mtm), naik dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami inflasi 0,08% (mtm). Adapun tingkat inflasi tahun kalender (Januari–April) 2021 sebesar 0,58% dan tingkat inflasi tahun ke tahun (April 2021 terhadap April 2020) sebesar 1,42%.

Setelah selama periode Januari – Maret 2021 tingkat inflasi terus mengalami penurun, kenaikan inflasi pada April 2021 dinilai sebagai sinyal bahwa pemulihan ekonomi mulai terjadi. Secara month-to-month, pada Januari 2021 inflasi tercatat 0,26%, sebesar 0,10% pada Februari 2021, dan pada Maret 2021 sebesar 0,08%. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto me ngatakan, kelompok pengeluaran yang berkontribusi besar ke inflasi yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 0,20% dengan andil ke inflasi 0,05%. “Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi untuk makanan minuman dan tembakau ini adalah daging ayam ras dengan andil sebesar 0,06%,” ucap dia dalam telekonferensi pers, di Kantor Pusat BPS Jakarta, Senin (3/5).

Dari 90 kota yang yang dipantau oleh BPS, ada 72 kota yang mengalami inflasi, inflasi tertinggi terjadi di Kotamobagu dengan inflasi sebesar 1,31%. Komoditas yang menyebabkan inflasi yaitu ikan cakalang dan cabai rawit. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Yogjakarta 0,01%. Sementara itu 18 kota mengalami deflasi, di mana deflasi tertinggi terjadi di Jayapura sebesar 1,26% dan deflasi terendah terjadi di Tanjung Pandan sebesar -0,02%. “Kota yang mengalami deflasi tertinggi adalah Jayapura (1,26%), komoditas penyumbangnya ikan ekor kuning, ikan cakalang, tomat, dan kangkung,” ucap Setianto.

Inflasi Inti 0,14% 

Selanjutnya Setianto mengatakan, inflasi inti pada April 2021 mencapai 0,14% dan memberikan andil ke inflasi secara keseluruhan 0,09%. Komoditas yang berperan terhadap inflasi inti adalah emas. Kenaikan harga emas terjadi di 60 kota, kota dengan kenaikan tertinggi yaitu Pare-Pare, Medan, dan Bukittinggi yang masing-masing peningkatannya sebesar 3%.

Sedangkan komoditas minyak goreng mengalami kenaikan har ga karena kenaikan harga mi nyak sawit mentah atau CPO yang terjadi secara global yang mempengaruhi kenaikan harga minyak goreng di Indonesia. “Ke naikan harga minyak goreng di 76 kota IHK dari 90 kota yang yang kita pantau kenaikan tertinggi terjadi di Meulaboh, Sampit, dan Bogor,” ucap Setianto

(Oleh - HR1)

Tags :
#Inflasi
Download Aplikasi Labirin :