Hingga 2024, Kemkominfo Targetkan 150 Start-up Digital Baru Berkualitas
JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan
Informatika (Kemkominfo), melalui program Startup Studio Indonesia, menargetkan bisa melahirkan
sebanyak 150 usaha rintisan berbasis teknologi (startup) digital baru yang berkualitas dan berdaya saing
hingga tahun 2024.
Mereka diharapkan akan berhasil
mengembangkan skala bisnisnya dari
segi jumlah pengguna, pendapatan,
penyerapan tenaga kerja, dan pendanaan/investasi dari modal ventura
(venture capital/VC) untuk pengembangan usahanya.
Program Start-up Studio merupakan
bentuk dukungan Kemkominfo untuk
mendukung kemajuan ekosistem startup Indonesia melalui penyediaan fasilitas
yang memberikan akses bagi para pegiat
early-stage start-up untuk mengembangkan potensi bisnisnya. Saat ini, program
ini telah memasuki Batch Ke-2.
“Saya berharap, program Start-up
Studio ini dapat mencetak dan mengembangkan skala bisnis dari 150 start-up
digital Indonesia hingga 2024,” kata Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika
Kemkominfo Semuel A Pangerapan,
melalui webinar, Senin (3/5).
Terkait program Start-up Studio,
Semmy menjelaskan, berdasarkan
hasil Batch Ke-1, Kemkominfo melihat
respons yang sangat positif dari komunitas start-up. Bahkan, para alumni
memperoleh manfaat nyata dalam
pengembangan usahanya setelah
mengikuti program tersebut.
Tiga start-up dari 20 alumni Batch
Ke-1 berhasil mendapatkan investasi
dari VC. Sekitar 40% peserta juga memiliki pertumbuhan lebih dari 20%
month-to-month traction growth di atas
rata-rata industrinya.
Kemkominfo memprioritaskan
enam sektor bisnis start-up untuk
dikembangkan melalui program
tersebut karena merupakan industri
unggulan Indonesia, baik dari sisi sumber daya maupun tingkat penyerapan
tenaga kerja. Keenam sektor terdiri
atas pendidikan, kesehatan, maritim,
agrikultur, pariwisata, dan logistik.
Sementara itu, kategori early-stage
start-up yang dapat mengikuti program telah memiliki minimum valuable product (MVP) dan traction
selama minimal tiga bulan, sedang
dalam proses validasi product-market
fit, telah berbadan hukum, dan dalam
tahap pendanaan angel, pre-seed, seed,
pre-series A, hingga series A.
(Oleh - HR1)
Tags :
#StartupPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023