LPI Segera Teken MoU Investasi ke BUMN Karya Rp 60 Triliun
JAKARTA – Lembaga Pengelola Investasi (LPI)
atau Indonesia Investment Authority (INA) berencana
segera menandatangani nota kesepahaman
(memorandum of understanding/MoU) dengan
sejumlah BUMN karya terkait dengan penyertaan
modal atau investasi senilai Rp 50-60 triliun oleh
sovereign wealth fund (SWF) milik pemerintah RI
tersebut.
Direktur Utama LPI Ridha Wirakusumah menargetkan, penandatanganan MoU bisa dilakukan dalam
rentang waktu sebulan ke depan.
Kendati begitu, ia tidak merinci
perusahaan-perusahaan yang bakal
terlibat dalam kerja sama tersebut.
Namun, ia sempat memberikan
contoh, investasi akan dilakukan
melalui pembelian tol yang nilainya
berpotensi untuk ditingkatkan.
"Mudah-mudahan dalam waktu
tidak lama lagi, kami juga akan ada
sedikit pengumuman yang sifatnya
mungkin MoU dengan beberapa
perusahaan (BUMN) karyanya, yang
tentunya mudah-mudahan bisa membantu makin kinclong perusahaan
karya majunya," ujar Ridha dalam sebuah percakapan dengan Juru Bicara
Kementerian BUMN Arya Sinulingga
secara virtual, Jumat (30/4).
Butuh US$ 450 Miliar
Ridha juga mengatakan, Indonesia
memiliki kebutuhan investasi untuk
pembangunan proyek infrastruktur
yang sangat besar, yaitu mencapai US$
450 miliar. Sementara anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN)
hanya dapat memenuhi kebutuhan
tersebut setengahnya, yaitu sekitar
US$ 200 miliar.
Oleh karena itu, kata dia, untuk
memenuhi sisa kebutuhan investasi
proyek infrastruktur peran LPI akan
dioptimalkan. “Sisanya itu masih
belum kelihatan bagaimana cara
membiayainya. Dari situ, mudahmudahan kami bisa coba membantu
(melalui INA)," ucap dia.
Lebih lanjut, ia mengatakan, penjajakan investasi yang masuk masih
terus dilakukan. Kendati demikian
ia belum bisa memberikan target
berapa yang bisa nilai investasi yang
bisa didapatkan.
(Oleh - HR1)
Tags :
#Investasi lainnyaPostingan Terkait
Ketahanan Investasi di Sektor Hulu Migas
Pemerintah akan Menjaga Laju Invetasi Asing
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023