Pemotongan Pajak Orang Kaya Dibatalkan
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dijadwalkan menyampaikan pembatalan kebijakan pemotongan pajak
terhadap orang-orang terkaya,
yang dijalankan pendahulunya
Donald Trump. Sebaliknya, Biden akan mengusulkan kenaikan
pajak atas orang-orang terkaya AS
dan penerimaannya akan dipakai
untuk program belanja keluarga
kelas menengah.
Lewat pidatonya di sidang
paripurna Kongres AS, Biden
mengumumkan program Rencana
Keluarga Amerika senilai US$
1,8 triliun. Agenda ekonominya
itu akan didanai dengan mengakhiri pemotongan pajak terhadap
orang-orang terkaya dan menutup
celah yang kerap dimanfaatkan
mereka untuk menghindar dari
kewajiban membayar pajak.
Sekitar US$ 800 miliar akan
dikirim dalam pemotongan pajak
untuk orang-orang berpenghasilan
rendah dan US$ 1 triliun lainnya
akan diinvestasikan. Strateginya,
kata seorang pejabat, adalah membangun kembali dengan lebih baik
dan menghasilkan ekonomi yang
kuat dan inklusif untuk masa
depan.
Kredit pajak akan mengurangi
kemiskinan anak dan mengurangi
separuh harga perawatan anak,
memungkinkan para ibu untuk
tinggal lebih lama sebagai angkatan kerja, menurut pejabat itu.
Ia memprediksi angkatan kerja
yang lebih besar, lebih produktif
dan lebih sehat.
Di sisi lain, kebijakan Biden
dinilai akan kehilangan pendapatan hingga miliaran AS jika tidak
juga membatalkan keringanan
pajak untuk ahli waris, menurut
analisis baru.
Menghilangkan keringanan
pajak itu, yang dikenal sebagai
peningkatan dalam basis pada
saat kematian, akan mengumpulkan US$ 113 miliar selama satu
dekade mulai 2022. Yakni jika
digabungkan dengan pajak yang
lebih tinggi atas capital gain.
Adapun pajak capital gain berlaku
atas keuntungan pengalihan aset,
seperti saham dan properti.]
(Oleh - HR1)
Tags :
#PajakPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023