Biden Naikkan Pajak Orang Kaya
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan
mengusulkan kenaikan pajak atas
keuntungan investasi dari orang-orang terkaya. Uangnya akan dipakai
untuk membiayai rencana baru
pemerintah untuk membantu keluarga-keluarga di AS.
Biden minggu ini dijadwalkan
mengumumkan program Rencana
Keluarga Amerika (American Families Plan/ AFP) senilai US$ 1,8
triliun. Dana dari kenaikan pajak
tersebut akan digunakan untuk
memberikan perawatan anak secara nasional, cuti keluarga dalam
tanggungan, dan perguruan tinggi
komunitas gratis.
Kenaikan pungutan atas keuntungan yang diperoleh dari penjualan saham, properti, dan aset-aset
lainnya itu hanya akan menimpa
individu yang berpenghasilan US$
1 juta setahun. Hanya sebagian
kecil dari para pembayar pajak di
AS. Menurut Brian Deese, kepala
Dewan Ekonomi Nasional Gedung
Putih, jumlahnya 500.000 orang.
"Perubahan ini hanya akan berlaku terhadap nol koma nol nol
tiga persen dari wajib pajak, bukan
kelompok satu persen teratas, dan
bukan separuh teratas pula dari
yang satu persen teratas itu," kata
Deese, seperti dikutip AFP, Senin
(26/4) waktu setempat.
Ia tidak memberikan rincian
tentang rencana kenaikan pajak itu.
Tetapi laporan media pekan lalu, ang
mengutip para pejabat AS, menyebutkan bahwa pemerintahan Biden
akan menaikkan tarif pajak atas
capital gain menjadi 39,6% dari 20%.
Ditambah dengan pajak 3,8%
yang dibebankan kepada investor
kaya untuk membayar program
asuransi kesehatan Obamacare,
tarif pajak capital gain tertinggi
bisa naik menjadi 43,4%. Atau yang
tertinggi sejak 1920-an, menurut
kelompok riset independen Tax
Foundation. Tetapi Deese membela rencana kenaikan pajak tersebut.
(Oleh - HR1)
Tags :
#PajakPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023