Imbas Pandemi, Utang Luar Negeri RI Membengkak Jadi Rp 6.013 Triliun
Utang luar negeri Indonesia pada Maret 2021 naik 4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Bank Indonesia melaporkan, utang luar negeri Indonesia pada Februari 2021 sebesar US$ 422,6 miliar atau setara Rp 6.013,17 triliun dengan asumsi kurs Jisdor akhir periode yang sama. Posisi ULN Ini tumbuh 4% dibandingkan Februari 2020 didorong oleh utang pemerintah dan swasta. Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, ULN pemerintah tumbuh 4,6% secara tahunan menjadi US$ 209,2 miliar, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada Januari 2021 sebesar 2,8%. Meski demikian, menurut dia, ULN pemerintah tetap terkendali dan dikelola secara terukur.
Di sisi lain, ULN swasta juga tetap didominasi oleh utang jangka panjang. Pertumbuhan ULN swasta tercatat 3,4% secara tahunan menjadi US$ 210,5 miliar, meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya 2,5%. "Didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 78% terhadap total ULN swasta," ujar dia. Perkembangan ini didorong oleh pertumbuhan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (PBLK) sebesar 5,9%, lebih tinggi dari pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 5,1%. Peningkatan antara lain didorong oleh penerbitan surat utang global korporasi di sektor pertambangan. Adapun ULN lembaga keuangan terkontraksi 4,9%, lebih rendah dari kontraksi pada bulan sebelumnya sebesar 6,1%. Berdasarkan sektornya, ULN swasta terbesar dengan pangsa mencapai 77,3% dari total ULN swasta bersumber dari sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin, sektor pertambangan dan penggalian, serta sektor industri pengolahan.
(Oleh - HR1)
Tags :
#UtangPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023