;

Vaksin Gotong Royong, Pengusaha Tunggu Acuan Harga

Vaksin Gotong Royong, Pengusaha Tunggu Acuan Harga

JAKARTA — Perusahaan yang terdaftar dalam program Vaksinasi Gotong Royong menantikan penetapan harga vaksin oleh pemerintah yang bakal menjadi acuan dalam kerja sama dengan fasilitas layanan kesehatan. Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Hubungan Internasional Shinta W. Kamdani mengatakan sejauh ini tempat-tempat fasilitas layanan kesehatan belum bisa mengeluarkan harga acuan tersebut. “Penetapan harga dilakukan oleh pemerintah. Nanti, setelah harga ditetapkan, baru perusahaan menentukan fasyankes yang akan diajak bekerja sama,” ujar Shinta ketika dihubungi, Rabu (14/4). Dalam pendataan yang dilakukan untuk program Vaksinasi Gotong Royong, saat ini terdapat 17.500 perusahaan dengan peserta hampir 9 juta orang. Hasil pendataan tersebut akan diserahkan ke Kementerian Kesehatan untuk dilakukan verifikasi. Tujuannya, memastikan peserta yang sudah masuk dalam program pemerintah tidak diikutsertakan lagi dalam program Vaksinasi Gotong Royong.

Sekretaris Perusahaan Bio Farma Bambang Heriyanto mengatakan harga sedang dibahas antara perusahaan dengan Sinopharm, Moderna, serta CanSino selaku calon importir vaksin. Adapun, Bio Farma sudah meminta komitmen dari Sinopharm mulai dari akhir Maret 2021 sampai akhir kuartal II/2021 dengan total sebanyak 15 juta dosis. Terdapat pula opsi penambahan sebanyak 15 juta dosis vaksin dari Sinopharm. Direktur Eksekutif Next Policy Fithra Faisal Hastiadi menilai program vaksinasi yang masif dinilai menjadi kunci bagi sektor riil untuk bisa keluar dari persoalan pandemi dan kembali pulih. “Program Vaksinasi Gotong Royong mampu mengakselerasi program vaksinasi Covid-19 di Tanah Air. Sejauh ini, program vaksinasi yang telah berlangsung dinilai cukup mampu memberikan efek positif ke sektor riil,” ujar Fithra.

(Oleh - HR1)

Tags :
#Kesehatan
Download Aplikasi Labirin :