;

Pemulihan Ekonomi, Ekspor Teh Digenjot

Ekonomi R Hayuningtyas Putinda 29 Mar 2021 Bisnis Indonesia
Pemulihan Ekonomi, Ekspor Teh Digenjot

Bisnis, BANDUNG — Komoditas teh Jawa Barat berpeluang merajai kebutuhan pasar internasional didorong pemenuhan ekspor ke berbagai negara pada tahun ini. Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan pihaknya pada akhir pekan lalu baru saja melepas ekspor sebanyak 20 ton teh asli dengan tujuan Uni Emirat Arab dengan nilai Rp614 juta. Dia mengatakan ekspor teh membuktikan bahwa sektor pangan paling tangguh terhadap Covid-19 sekaligus membuktikan teh masih menjadi komoditas primadona dari Jabar selain kopi.

Bahkan sejauh ini ekspor produk pertanian dan perkebunan Jabar masih yang tertinggi di Indonesia. Khusus produk teh, kontribusi Jabar terhadap total produksi teh nasio-nal sebesar 69,15%, disusul Jawa Tengah (9,06%), Sumatra Utara (6,20%), Sumatra Barat (5,70%) dan Jambi sebesar (2,59%).“Ekspor kita tetap peringkat satu, tak terkecali produk teh,” ucapnya.Menurutnya, ekspor teh ini akan berpengaruh terhadap recovery rate atau angka pemulihan ekonomi Jabar pasca-Covid-19. Minggu ini diketahui recovery rate Jabar terus meningkat di angka 58 setelah minggu sebelumnya di angka 48.

Ekonomi Jabar diprediksi akan tumbuh positif 4,5% pada akhir tahun 2021. Gubernur pun optimistis angka tersebut akan tercapai seiring bergeraknya ekonomi dan vaksinasi.“Mudah-mudahan sesuai prediksi akhir tahun 2021 ekonomi Jabar bisa tumbuh positif 4,5%, salah satunya dengan pergerakan eko-nomi lewat ekspor teh,” katanya.

Melihat peluang komoditas teh ini, Pemerintah Kabupaten Purwakarta ikut mendorong pengembangan perkebunan teh agar menjadi produk unggulan yang bisa menembus pasar ekspor.“Daun teh ini menjadi salah satu produk perkebunan unggulan di Purwakarta. Bisa dibilang, potensi ekonomi dari komoditas ini cukup besar,” kata Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, belum lama ini.

(Oleh - HR1)


Tags :
#Ekspor
Download Aplikasi Labirin :