;

Pendanaan Start-up di Daerah Masih Minim

Ekonomi R Hayuningtyas Putinda 18 Mar 2021 Investor Daily, 18 Maret 2021
Pendanaan Start-up di Daerah Masih Minim

JAKARTA – Asosiasi Modal Ventura dan Start-up Indonesia (Amvesindo) menyoroti masih minimnya perhatian para investor terhadap usaha rintisan berbasis teknologi (startup) yang berkembang di daerah. Pendanaannya pun masih minim dibandingkan dengan kebutuhan dan potensi yang ada.

Selama ini, para investor lebih fokus memberikan pendanaan terhadap start-up di wilayah perkotaan dan kota besar, terutama di wilayah Jabodetabek. Padahal, start-up di daerah sebenarnya tak kalah bersaing dan kualitasnya dibandingkan dengan yang ada di wilayah perkotaan. Wakil Ketua I Amvesindi William Gozali mengatakan, ekosistem start-up di daerah sebenarnya sudah mulai terbentuk dengan adanya dukungan dari perusahaan modal ventura daerah (PMVD).

“Minimnya network ke investor memang masih jadi masalah utama yang dihadapi start-up daerah. Kami berharap, semakin banyak start-up daerah yang berani pitching (presentasi) seperti start-up di kota-kota besar,” ungkap Willliam, dalam pernyataannya, Rabu (17/3).

Berdasarkan catatan dari Start-up Ranking, pertumbuhan start-up di Indonesia terus menunjukkan tren yang positif. Bahkan, jumlah start-up di Tanah Air telah mencapai 2.219 tahun 2021 ini. Meski demikian, mayoritas start-up masih lebih banyak berdomisili di pulau Jawa, khususnya wilayah Jabodetabek. Walaupun tak bisa dipungkiri, saat ini, semakin banyak inovator lokal dengan ide dan inovasi menarik yang muncul beberapa tahun terakhir di daerah. Beberapa di antaranya start-up teknologi akuakultur E-Fishery di Jawa Barat, layanan kesehatan mental on-demand Riliv di Surabaya, dan aplikasi pengelolaan sampah Gringgo di Bali

(Oleh - HR1)

Tags :
#Startup
Download Aplikasi Labirin :