Pekan Lalu Capital Outflow Capai Rp 7,38 Triliun
Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat, aliran keluar modal asing (capital outflow) neto selama periode 8-10 Maret 2021 atau minggu ke-2 Maret 2021 mencapai Rp 7,83 triliun. Angka ini melonjak dibandingkan aliran keluar modal asing neto periode 1-4 Maret 2021 atau pekan sebelumnya yang hanya sebesar Rp 0,40 triliun. Sementara berdasarkan data setelmen selama 2021 (year to date/ytd), nonresiden di pasar keuangan domestik tercatat melakukan jual neto hingga Rp 5,89 triliun. Bersamaan dengan perkembangan ini, premi risiko atau credit default swap (CDS) Indonesia lima tahun turun ke 75,52 bps per 11 Maret 2021, dari 77,34 bps per 5 Maret 2021.
CDS merupakan indikator yang sering digunakan untuk mengukur risiko investasi di suatu negara, termasuk di SBN. Semakin kecil CDS suatu negara, maka risiko gagal bayar utang di negara bersangkutan juga dinilai semakin kecil. Dominasi investor domestik dilatarbelakangi dengan partisipasi asuransi, ban, dan sekuritas pada lelang 2020 meningkatkan siginifikan dibandingkan tahun 2019. Begitu juga dengan tren pertumbuhan minat industri keuangan nonbank terhadap SUN selama 2019-2020 diperkirakan masih akan tetap berlanjut pada 2021.
(Oleh - IDS)
Tags :
#KeuanganPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023