BI Siapkan Mata Uang Digital
JAKARTA – Bank Indonesia (BI) tengah
menyiapkan pembentukan mata uang rupiah
digital yang disebut central bank digital
currency. Pembentukan mata uang digital ini
dilakukan untuk mengantisipasi maraknya
penggunaan mata uang kripto atau
cryptocurrency, salah satunya Bitcoin.
“Kami dalam proses merumuskan yang disebut central bank digital currency. Dalam konteks ini, kami juga melaku kan kerja sama yang erat de ngan bank sentral lain untuk me nyusun dan mengeluarkan central bank digital currency,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam acara Economic Out look: Menuju Pemulihan Ekonomi Indonesia 2021, Kamis (25/2/2021).
Bitcoin, salah satu mata uang
kripto, menunjukkan fenomena
kenaikan harga yang terus melaju. Berdasarkan data Trading
Economics, harga satu Bitcoin
pada Kamis (25/2/2021) tercatat
Rp 723.571.200,00, setelah sempat mencapai angka tertinggi
Rp 787.199.433,80 pada Jumat
(19/2). Padahal, pada Februari
tahun lalu satu Bitcoin masih
seharga Rp 120 jutaan.
Secara terpisah, ekonom senior yang juga Rektor Universitas
Indonesia (UI) Ari Kunco ro berpendapat, keberadaan ma ta uang
digital dari BI akan menjadi alternatif alat pembayaran dan instrumen investasi bagi masyarakat.
BI bisa mema sukkan mata uang
tersebut dalam contestable market
yang tetap bisa diatur apabila dijadikan portofolio investasi oleh
masyarakat.
Timbul Ketidakstabilan
Ari menjelaskan, selama ini
daya beli masyarakat diukur dari
peredaran uang, kartu kredit,
dan penggunaan anjungan tunai
mandiri (ATM). Dengan adanya
Bitcoin maka timbul alat investasi baru, tetapi berisiko. Oleh
karena itu, BI bertugas untuk
mengatur uang beredar, namun
selama ini penggunaan Bitcoin
berada di luar kontrol BI.
Sebelumnya, seperti diberitakan Investor Daily pada Kamis
(25/2/2021), bank sentral dari
Tiongkok, Thailand, Uni Emirat
Arab (UEA), dan Hong Kong
di laporkan sedang membahas
proyek pembayaran lintas batas
dengan menggunakan mata
uang digital.
Otoritas Moneter Hong Kong
(HKMA) dan Bank of Thailand
(BoT) tahun lalu bekerja sama
untuk mempelajari aplikasi mata
uang digital bank sentral atau
central bank digital currencies
(CBDC). Kerja sama itu kemudian diperluas dengan melibatkan institut penelitian mata uang
digital di bawah People’s Bank
of China’s (PBoC) dan bank
sentral UEA.
PBoC Bergerak Cepat
Sementara itu, PBoC sudah
bergerak lebih cepat dengan
versi dalam negeri dari proyek
ini. Tiongkok sudah menguji
coba yang disebut sistem pembayaran elektronik dengan mata
uang digital. Penggunaan mata
uang digital ini masih berfokus
untuk pembayaran transaksi di
dalam negeri
(Oleh - HR1)
Tags :
#Mata UangPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023