Transaksi Ekspor-Impor Bank Mandiri Capai US$ 113,6 Miliar
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berkomitmen untuk terus melakukan transformasi digital dalam memperbaiki proses bisnis ke depan, salah satunya dengan mengembangkan Mandiri Global Trade untuk nasabah wholesale. Pada tahun lalu, transaksi ekspor dan impor Bank Mandiri mencapai US$ 113,6 miliar. Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menjelaskan, dengan adanya platform Mandiri Global Trade, perseroan bisa meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah wholesale melalui dukungan teknologi.
“Kalau kami lihat, Bank Mandiri ini punya market share trade 30% di Indonesia. Kami juga ingin dari transaksi Mandiri Global Trade tidak lagi membebani dari suku bunga, tapi memberikan fee income dari sisi Mandiri,” tutur Darmawan dalam konferensi pers Mandiri Investment Forum 2021, Rabu (3/2). Pada kesempatan itu, Direktur Treasury and International Banking Bank Mandiri Panji Irawan mengatakan, perseroan juga membangun iklim investasi yang kondusif di Indonesia dan telah direalisasikan melalui keberadaan kantor luar negeri (KLN) Bank Mandiri. Saat ini kantor luar negeri Bank Mandiri berada di Shanghai (Tiongkok), Hong Kong, Singapura, Kuala Lumpur (Malaysia), London (UK), Cayman Island, dan Dili (Timor Leste).
Di tengah pertumbuhan negatif ekspor-impor Indonesia, Bank Mandiri mencatatkan pencapaian transaksi ekspor-impor sebesar US$ 113,6 miliar sepanjang tahun 2020, dengan transaksi financing yang mencapai US$ 4,2 miliar. Berbagai layanan perdagangan internasional telah membawa Bank Mandiri menjadi salah satu lembaga keuangan pilihan eksportir dan importir dalam aktivitas mereka. “Salah satunya adalah melalui pengembangan Mandiri Global Trade, sebuah platform digital multiservice berbasis website, yang akan memberikan solusi atas berbagai kebutuhan finansial nasabah dalam transaksi perdagangan internasional di mana saja dan kapan saja secara nirdokumen, sehingga meningkatkan efisiensi,” jelas Panji.
Bank Mandiri juga turut berkontribusi mendukung pemerintah untuk
mempromosikan destinasi investasi
di wilayah Indonesia kepada para investor melalui gelaran MIF 2021.
Pemerintah Indonesia sangat membutuhkan investasi swasta, baik dalam
maupun luar negeri, untuk membantu
memenuhi kebutuhan pembiayaan
pembangunan. Hal ini menjadi mendesak mengingat pemerintah juga harus
memfokuskan sumber daya yang ada
untuk penanganan pandemi Covid-19,
ter utama pengadaan vaksin dan
proses vaksinasi itu sendiri.
Darmawan mengakui kondisi ini
serta berkomitmen kuat untuk mendukung pemerintah dan dunia usaha
di Indonesia, agar dapat menjadi destinasi investasi para pemilik modal dan
korporasi pengelola aset.
Melalui MIF, Mandiri Group berharap calon investor akan mendapatkan update informasi mengenai
peluang investasi di Indonesia serta
reformasi kebijakan yang telah diperkenalkan pemerintah untuk menggaet
para investor. “Melalui Forum ini,
Bank Mandiri Group berkomitmen
memberi kontribusi dalam percepatan pemulihan ekonomi nasional
dari tekanan perlambatan ekonomi
akibat pandemi Covid-19,” sambung
Darmawan.
Darmawan mengatakan, MIF merupakan kesempatan yang tepat untuk
mempromosikan Indonesia karena investor dapat berkomunikasi langsung
dengan para pengambil keputusan,
baik di pemerintahan maupun di korporasi kategori layak investasi.
Tags :
#EksporPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023