Keramik Plered Purwakarta, Bertahan Di Pasar Lokal
Produk keramik khas Plered Kabupaten Purwakarta terus memperkuat eksistensinya di pasar lokal di tengah lesunya pasar ekspor ke sejumlah negara akibat pandemi Covid-19. Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menuturkan sebelum ada pandemi, komposisi pasar produk keramik Plered 70% merupakan ekspor dan 30% untuk kebutuhan pasar lokal. Anne menjelaskan, pasar luar negeri saat ini sedang mengalami kelesuan akibat pandemi Covid-19. Tapi ada berkah tersendiri, karena pasar dalam negeri justru bergeliat. Menurut Anne, keramik Plered saat ini banyak diburu warga lokal. Terutama, warga dari luar daerah seperti Jakarta dan sekitarnya. Mereka, yang mencari keramik ini kebanyakan adalah kaum ibu-ibu. Kebanyakan, mereka itu mencari pot bunga.
Dengan fenomena tersebut, Anne menambahkan, ada berkah tersendiri dari Covid-19 ini bagi para perajin keramik. Karena, di saat yang lain terpuruk, kerajinan keramik justru mengalami kondisi sebaliknya. “Kami berharap, seluruh UMKM [usaha mikro kecil dan menengah] bisa kembali berjaya. Meskipun pandemi masih berlangsung,” katanya. Sementara itu, Kepala Bidang UKM pada Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan perdagangan (DKUPP) Kabupaten Purwakarta Ahmad Nizar menambahkan keramik Plered merupakan salah satu produk UMKM andalan untuk diekspor. Keramik Plered, lanjutnya, sudah lama ekspor ke berbagai negara di antaranya pasar Eropa dan Amerika. Bahkan, pasar peminat keramik Plered bertambah ke Asia Timur Raya, salah satunya Korea Selatan.
Nizar bercerita, merujuk pada data yang ada, ekspor keramik ini sudah ada sejak dekade 80an. Sejak dulu, produk kerajinan kriya ini banyak digemari warga asing. Adapun jenis yang paling banyak diburu, yakni vas bunga dan keramik hias. Menurut Nizar, sejauh ini potensi ekspor keramik asal Plered cukup menjanjikan. Pertahunnya, ekspor keramik ini bisa mencapai 400 sampai 1.000 kontainer. Omzetnya pun lumayan, yakni mencapai Rp1-3 miliar per kontainernya. Saat ini jumlah pelaku usaha keramik Plered mencapai 264 perajin dengan jumlah pekerja mencapai 3.000 orang. Sedangkan, untuk kategori industri, meliputi produk bata dan genting. Untuk sentra produksi, meliputi wilayah Citeko, Citalang, dan Tegalwaru dengan jumlah pekerjanya mencapai 40.000 orang.
Tags :
#Industri lainnyaPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023