Tata Ulang Mata Uang Digital
Chairman National Institute of Financial Research Tiongkok Zhu Min
mengatakan keamanan dan stabilitas dari
mata uang digital merupakan hal terpenting.
Chief Content Officer CoinDesk Michael Casey menuturkan bahwa dunia berada pada di
saat yang sangat tepat untuk menelaah masa
depan mata uang digital.
Hal ini disampaikan dalam
salah satu agenda World Economic Forum (WEF) 2021 yang
membahas tentang Mengatur
Ulang Mata Uang Digital pada
Kamis (28/1).
Menurut laporan, pandemi
Covid-19 telah mempercepat
peralihan jangka panjang dari
pembayaran tunai ke digital.
Di kawasan euro saja, sudah
terdapat peningkatan 8% dalam
pembayaran non tunai pada
2020. Kemudian pada saat bersamaan, mata uang digital bank
sentral bermunculan.
Zhu menjelaskan bahwa pada mata uang digital, uang itu sendiri adalah perangkat lunak (software) yang dapat diprogram. Tidak heran ketika hal ini terjadi, banyak asumsi bermunculan tentang apa itu uang dan bagaimana fungsinya mungkin perlu diperiksa atau ditata ulang. Menanggapi perkataan Zhu, Menteri Senior Pemerintah Si ngapura Tharman Shanmugaratnam meyatakan bahwa bukan hanya Tiongkok. Melainkan mayoritas bank sentral telah secara aktif mengeksplorasi potensi CBDC.
Sedangkan dalam pandangan
Chief Executive Officer (CEO)
Institusi Pengembangan Luar
Negeri (Overseas Development
Institute) Sara Pantuliano, sistem pembayaran digital dapat
membantu orang-orang yang
tidak memiliki rekening bank.
Sistem tersebut, dikatakan
oleh Pantuliano, juga dapat
membantu mengatasi kesenjangan upah berdasarkan gender
yang terus terjadi di negaranegara berpenghasilan rendah.
(Oleh - HR1)
Tags :
#Mata UangPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023