Februari, Erick Thohir Jajaki Kerja Sama dengan Tesla
Menteri Badan Usaha Milik
Negara (BUMN), Erick Thohir akan menjajaki kerja sama pembangunan industri
baterai mobil listrik di Indonesia dengan Tesla Inc asal Amerika Serikat (AS)
pada Februari mendatang. Indonesia siap menjadi salah satu pemain utama
industri mobil listrik di dunia. Untuk itu, PLN sudah on track dan sudah ikut
dalam konsorsium BUMN untuk pembuatan EV (electric vehicle) battery bekerja
sama dengan perusahaan dari Korea Selatan dan Tiongkok. Erick Thohir juga
menginginkan PLN aktif mengembangkan kompor listrik sebagai salah satu solusi
menekan impor bahan bakar.
Indonesia merupakan salah satu negara dengan sumber daya nikel terbesar. Baterai adalah komponen utama dalam produksi mobil listrik. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan, dengan nilai investasi US$ 9,8 miliar atau Rp 142 triliun pusat industri sel baterai terintegrasi dibangun lewat kerja sama konsorsium BUMN dengan LG Group. Menurut Bahlil, tahap awal akan dilaksanakan pada semester I-2021. Dari hasil negosiasi itulah, Bahlil Lahadalia menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan LG Energy Solution di Seoul pada 18 Desember 2020, disaksikan Menteri Perdagangan, Perindustrian, dan Energi Korea Selatan, Sung Yun-mo. Dia menambahkan, konsorsium Indonesia Holding Battery terdiri atas MIND ID sebagai holding BUMN tambang, PT.Aneka Tambang Tbk (Antam), PT PLN (Persero), dan PT Pertamina (Persero). Sedangkan perusahaan asingnya adalah LG Chem dan pabrikan asal Tiongkok, Contemporary Amperex Technology Co Limited (CATL). “Ada dua lokasi pabriknya. Di hulu Maluku Utara dan di hilirnya ada di Batang (Jawa Tengah). PLN menyediakan infrastruktur pendukung KBLBB di Indonesia melalui stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). Menurut Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini, PLN telah mengoperasikan sekitar 20 unit SPKLU
Bahlil mengungkapkan, pabrik mobil listrik di Bekasi sudah mumulai dibangun pabrikan mobil asal Korea Selatan, Hyundai, di Delta Mas, Cikarang. Pabrik mobil senilai Rp 21 triliun itu akan berproduksi mulai 2022. Selain itu, perusahaan otomotif Jepang, Toyota, berencana investasi US$ 2 miliar. Sekretaris Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengatakan komponen dibuat di Indonesia bisa supply ke Tesla, Hyundai, Toyota, BMW, Marcedes, segala macam. Itu volumenya jauh lebih besar ketimbang mobilnya. Jadi, itu lebih global oriented. GM Marketing Department Hyundai Motors Indonesia (HMID), Astrid A Wijana menuturkan, konstruksi pabrik Hyundai di Cikarang, Bekasi akan rampung akhir 2021.
Tags :
#Kerjasama EkonomiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023