Nopember 2020, Pematangsiantar Alami Inflasi 0,64 Persen
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, Edhi Rahmanto Hidayat mengatakan, Pematangsiantar pada periode November 2020 mengalami inflasi 0,64 persen (mtm) atau secara tahunan inflasi 1,66 persen (yoy).
Tekanan inflasi pada periode November, lebih tinggi dibandingkan periode Oktober yang mengalami inflasi 0,46 persen (mtm), serta lebih tinggi dibanding historis inflasi November selama 5 tahun terakhir yang secara rata-rata mengalami inflasi 0,26 persen (mtm), katanya kepada SIB melalui telepon seluler, Rabu (2/12).
Sementara itu, Provinsi Sumatera Utara mencatat inflasi 0.33 persen (rntm) atau secara tahunan inflasi 1,41 (yoy), sementara itu nasional tercatat inflasi 0.28 persen (mtm) atau secara tahunan inflasi 1,59 persen (yoy).
Tekanan inflasi pada periode November , lanjutnya disebabkan peningkatan harga daging ayam ras, daging babi, bawang merah dan cabai merah, sepanjang bulan November 2020. Komoditas lain yang memberikan andil inflasi adalah ayam hidup, minyak goreng, telur ayam ras, sawi hijau, kepiting dan petai.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023