;

Kinerja Perusahaan Pembiayaan, Segmen Mobil Bekas Melaju

Ekonomi R Hayuningtyas Putinda 10 Dec 2020 Bisnis Indonesia
Kinerja Perusahaan Pembiayaan, Segmen Mobil Bekas Melaju

Pembiayaan segmen mobil bekas secara bulanan menunjukkan tren kenaikan selama 2 bulan terakhir saat segmen kendaraan lainnya masih melanjutkan tren koreksi. Hal itu menjadi kontras dengan kondisi yang dialami oleh segmen motor baru dan bekas serta mobil baru yang kinerjanya masih tertekan. Secara bulanan segmen motor baru dan mobil baru kompak terkoreksi masing-masing sebesar 2,96% dan 2,59%.

Untuk segmen motor bekas koreksinya sebesar 1,94%, sedangkan pembiayaan mobil bekas menyentuh 3,88% secara bulanan, namun belum mampu mengangkat piutang pembiayaan secara total sehingga secara bulanan masih terkontraksi 1,51%. Dengan kata lain, pangsa pasar pembiayaan mobil baru kini tergerus segmen mobil bekas. Pergerakan konsumen pembeli mobil baru pun hanya berani mengambil tenor pendek akibat faktor ketidakpastian ekonomi.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat piutang pembiayaan roda dua baru tak pernah naik lagi sejak Juni 2020, sedangkan pada segmen roda empat baru tak pernah naik lagi sejak Februari 2020. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan tren peningkatan konsumsi mobil bekas masih akan terjadi hingga 2021 seiring menurunnya daya beli masyarakat. Oleh karena itu, pilihan jatuh kepada mobil bekas.

Masyarakat membutuhkan moda transportasi yang aman dalam bepergian, akan tetapi transportasi umum dinilai masih memiliki risiko karena diisi oleh banyak orang, sehingga pilihan jatuh ke kendaraan pribadi khususnya mobil bekas yang lebih terjangkau. Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno menyebut loyonya kinerja penjualan otomotif pada periode Oktober merupakan dampak wacana pemberian insentif pajak yang sebelumnya sempat menjadi perbincangan. Portofolio kendaraan bekas yang meningkat ini pun merupakan cerminan atas dampak adanya kepastian kebijakan tersebut, yang diproyeksi bakal berdampak pada harga kendaraan bekas.

Direktur Utama PT Mandiri Utama FInance (MUF) Stanley Setia Atmadja mengungkap bahwa pembiayaan baru MUF di sektor otomotif mulai tumbuh setiap bulan sejak Juni 2020 hingga November 2020. Total nilai penyaluran baru roda empat Oktober itu sekitar Rp 447 miliar, November naik ke Rp 535 miliar, dengan komposisi yang bekas menopang sekitar 40%. Direktur Keuangan PT BFI Finance Indonesia Tbk., Sudjono menyebut pangsa pembiayaan mobil bekas menjadi salah satu lini bisnis utamanya. Pada kuartal III/2020, portofolio piutang pembiayaan BFI Finance senilai Rp 13,52 triliun memang didominasi oleh pembiayaan mobil bekas sebesar 71,2%. 

Download Aplikasi Labirin :