Ekspor Jerman dan Tiongkok Naik
Ekspor Jerman untuk enam bulan berturut-turut pada Oktober mengalami
kenaikan walau lajunya masih lambat. Tingkat permintaan Tiongkok
juga naik dari level 2019, sedangkan
permintaan Uni Eropa (UE) dan
Amerika Serikat (AS) tetap negatif.
Laporan badan statistik federal
Jerman, Destatis pada Rabu (9/12)
menunjukkan volume ekspor bulanan (month-on-month) naik 0,8%,
setelah mengalami kenaikan 2,3%
pada September. Impor juga sedikit
meningkat sebesar 0,3%. Tercatat,
Jerman telah melakukan pengiriman barang ke luar negeri senilai 112
miliar euro (US$ 136 miliar), dan
mengimpor barang dengan nilai
92,7 miliar euro.
Peningkatan ekspor selama enam
bulan tersebut mengikuti anjloknya
aktivitas pada Maret dan April, menyusul langkah Pemerintah Jerman
memerintahkan penutupan pabrik
dan bisnis guna memerangi pandemi virus corona Covid-19.
Di sisi lain, ekspor Tiongkok
tahunan (year-on-year/yoy) menunjukkan kenaikan 0,3%. Sementara
itu, ekspor ke AS – yang masih
dalam cengkeraman tingkat kasus
infeksi Covid-19 tertinggi – turun
10,5%. Sedangkan ekspor ke Inggris secara yoy turun 11,7
%.
Walau ekspor Tiongkok mengalami kenaikan, harga konsumennya
dilaporkan mengalami penurunan
dibandingkan yang diprediksi pada
November. Hal ini disebabkan turunnya biaya makanan.
Tags :
#EksporPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023