;

Pengadaan Vaksin Covid-19, Gotong Royong Korporasi, Distribusi Hingga Digitalisasi

Ekonomi B. Wiyono 30 Nov 2020 Bisnis Indonesia
Pengadaan Vaksin Covid-19, Gotong Royong Korporasi, Distribusi Hingga Digitalisasi

Komersialisasi vaksin Covid-19 diperkirakan terjadi pada Juni 2021 lantaran laporan uji klinis vaksin Covid-19 yang dilakukan di Bandung, Jawa Barat, baru rampung pada Mei 2021. Oleh karena itu, simulasi distribusinya dinilai sangat penting untuk mengejar target vaksinasi 170 juta orang. Ketua Bidang Distribusi Gabungan Pengusaha Farmasi Indonesia (GPFI) Hery Sutanto menyampaikan pihaknya baru membuat simulasi distribusi untuk 10 juta dosis. Dalam simulasi itu, akan dibutuhkan 1.923 pallet, 48 reefer container, 360 cold truck, 3.300 cold box, dan 4.375 meter kubik cold storage dengan tujuan distribusi 10.134 fasilitas kesehatan.

Sementara itu, PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) menyatakan siap ikut serta melakukan distribusi vaksin Covid-19 yang akan dimulai oleh Holding BUMN Farmasi pada akhir Januari 2020. Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius mengatakan saat ini, perseroan memiliki infrastruktur distribusi cold chain untuk seluruh Indonesia. Perseroan juga siap berpartisipasi dalam kegiatan distribusi vaksin milik Holding BUMN Farmasi.

Erick, yang juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), menunjuk dua BUMN untuk menyiapkan sistem integrasi data terkait vaksinasi Covid-19. Dia mengatakan saat ini, pihaknya terus menggodok roadmap program vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat, termasuk menyiapkan sistem integrasi data dari berbagai institusi dan lembaga terkait yang bertajuk Sistem Satu Data. Infrastruktur data tersebut digodok oleh dua BUMN yakni PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT Bio Farma (Persero). Adapun, sistem tersebut melingkupi data penerima vaksin, suplai vaksin, hingga distribusi vaksin.

Download Aplikasi Labirin :