Pakta RCEP Bukti Keberhasilan Tiongkok Perluas Pengaruh
Pakta perdagangan bebas itu dipandang sebagai keberhasilan Tiongkok dalam memperluas pengaruhnya di seluruh kawasan tersebut. Menurut para analisis, usai ditandatangani pada 15 November 2020, perjanjian RCEP akan menjadi pakta perdagangan terbesar di dunia dalam hal produk domestik bruto (PDB).
Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc juga memastikan pakta itu akan ditandatangani pada pekan ini, selama pidato pembukaan di pertemuan puncak daring (online). India sendiri, sedianya akan menandatangani pakta itu namun menarik diri pada tahun lalu, karena khawatir dengan masuknya barang-barang murah Tiongkok ke negerinya.
Penandatangan pakta itu diprediksi segera terjadi menyusul perjuangan 10 anggota Asean untuk mengurangi biaya virus corona Covid-19 yang melumpuhkan.
Di sisi lain, pakta tersebut juga sebagai mekanisme bagi Tiongkok untuk menyusun aturan perdagangan Asia-Pasifik, setelah AS menarik diri bertahun-tahun di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump.
Menurut Kaewkamol Pitakdumrongkur, asisten professor di Pusat Studi Multilateralisme S. Rajaratnam School of Internasional Studies, Singapura, RCEP dapat membantu meringankan kesulitan keuangan. Mengingat Covid-19, RCEP dapat memungkinkan Asean untuk bangkit kembali lebih cepat karena kesepakatan semacam itu memungkinkan perusahaan-perusahaan untuk mendiverifikasi rantai pasokan mereka, dan meningkatkan ketahanan ekonomi regional.
#APK
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023