Mulai 2023, Indonesia Tidak Lagi Impor Gula Konsumsi
Tahun ini, produksi gula
diperkirakan hanya 2-2,18 juta ton sehingga Indonesia masih harus mengimpor
gula konsumsi 1,20 juta ton dan gula industri 3 juta ton. Menteri Pertanian
Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, gula merupakan komoditas paling menantang
yang harus dihadapi Kementerian Pertanian (Kementan). Sebagai salah satu pangan
dasar masyarakat maka gula harus terus tersedia, tapi sayangnya Indonesia masih
harus mengimpor untuk menjaga ketersediaannya, baik untuk konsumsi maupun
industri.
Kementan menargetkan pada 2023 Indonesia sudah bisa swasembada gula konsumsi. Dalam mewujudkan target itu, Kementan melakukan pendekatan budidaya pertanian, pasca panen dan hilirisasi, serta teknologi, sedangkan langkah ekstensifikasi dilakukan di luar Jawa dengan mencari 250 ribu ha lahan baru untuk perkebunan tebu. Ekstensifikasi lahan dilakukan Kementan bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Deputi II Bidang Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian Musdhalifah Machmud mengatakan, sebagai salah satu komoditas pangan utama Indonesia maka pemerintah harus menjamin ketersedian gula dalam jumlah yang cukup dan harga terjangkau.
Sementara itu, Dirjen
Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Abdul Rochim mengatakan,
pemerintah selalu memprioritaskan peningkatan daya saing gula dalam rangka
menunjang ketahanan pangan berkelanjutan. “Pada triwulan III-2020 kontribusi
mamin sebesar 38,95% terhadap industri pengolahan nonmigas dan pada
Januari-September 2020 nilai ekspor sektor mamin mencapai US$ 21 miliar,” papar
Abdul Rochim.
Abdul Rochim menuturkan, Indonesia membutuhkan 5,80 juta ton gula per tahun, yakni sebanyak 2,30 juta untuk konsumsi langsung dan 3,50 juta ton untuk industri. Sementara itu, produksi gula nasional hanya sekitar 2,10 juta ton sehingga kekurangannya masih diimpor sekitar 3,70 juta ton. Untuk memberikan nilai tambah, impor dilakukan berupa gula kristal mentah (raw sugar) yang diolah menjadi gula.
Lembaga tersebut berperan sebagai lembaga inspeksi dan sertifikasi produk perikanan Indonesia yang kini sudah dapat diterima di 158 negara dari 241 negara di dunia. Valuasi nilai ekspor hasil perikanan Indonesia sampai dengan triwulan III-2020 sudah mencapai US$ 4.287.201.432.
Tags :
#PertanianPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023