Grup Sinarmas Akuisisi Dua Perusahaan Sawit US$ 304 Juta
Direktur Golden-Agri Resources
Rafael Buhay Concepcion, Jr
mengatakan, perseroan telah menandatangani conditional acquisition
agreement untuk membeli 100%
saham Centrino Investment Ltd.
Nilai akuisisi Centrino mencapai
US$ 208 juta, yang telah disepakati
oleh perseroan dan pihak penjual.
Nilai akuisisi ini telah mempertimbangkan aset bersih berdasarkan
penilaian pasar.
Sementara itu, perusahaan
kedua yang diakuisisi Golden-Agri adalah Woodside Financial Ltd. Transaksi akuisisi
Woodside Financial akan menggunakan dana investasi dalam
Acsend Agri Fund Ltd senilai
US$ 96 juta yang melibatkan
perseroan sebelumnya. Dana
investasi ini khusus dialokasikan untuk mengembangkan
perkebunan minyak sawit di
Indonesia.
Manajemen Golden-Agri tidak
menjelaskan spesifik luas budidaya tanaman dan produksi minyak sawit yang telah dan akan
dihasilkan oleh Centrino dan
Woodside. Kedua perusahaan ini
tercatat di Pulau Labuan, yang
terkenal sebagai pulau bebas
pajak atau tax haven.
Seperti diketahui, Golden-Agri
dikenal sebagai salah satu perusahaan perkebunan sawit terbesar di dunia. Produsen minyak
goreng Filma ini mengelola
kebun kelapa sawit dengan total
luas area tertanam hampir 500
hektare (ha) di Indonesia per
30 September 2020. Perusahaan
merupakan induk usaha dari PT
Sinar Mas Agro Resources &
Technology Tbk (SMAR).
Hingga September 2020, Golden-Agri membukukan pendapatan US$ 4,99 miliar, naik 6%
dibanding kuartal III-2019 sebesar US$ 4,73 miliar. Mayoritas
kenaikan pendapatan didukung
oleh kenaikan harga rata-rata
penjualan komoditas sawit.
Hal tersebut juga berdampak
terhadap posisi EBITDA yang
meningkat 3% menjadi US$ 314
juta, dari sebelumnya US$ 305
juta.
Pada bagian lain, manajemen
Golden-Agri menyoroti hasil
investigasi kantor berita Associated Press (AP) berjudul Rape,
abuses in palm oil fields linked
to top beauty brands. Liputan
investigasi AP mengungkapkan
adanya pelecehan seksual dan
upah yang tidak layak kepada
para pekerja perempuan di
perkebunan sawit besar Indonesia dan Malaysia. Pelecehan
tersebut mulai dari kekerasan
verbal, hingga kekerasan fisik
termasuk pemerkosaan.
Menanggapi hal ini, Senior
Vice President Group Corporate
Communication Golden-Agri
Anita Neville mengatakan, perilaku yang digambarkan oleh
laporan AP sangat tidak bisa
diterima. Pihaknya sangat malu
bahwa tindak kekerasan tersebut terjadi di sektor kelapa sawit
Manajemen Golden-Agri tercatat mempekerjakan 30.000
tenaga kerja perempuan secara
langsung dan tidak langsung.
Perseroan menerapkan kebijakan sosial dan lingkungan yang
menciptakan kesempatan kerja
yang setara. Perseroan juga
menerapkan berbagai kebijakan
dan tindakan untuk mendukung
dan memberdayakan perempuan.
Executive Director Golden-Agri Jesslyne Widjaja
mengatakan, perseroan tidak
mengklaim dirinya sempurna
dalam kaitannya dengan pelecehan di tempat kerja. Pihaknya
berkomitmen terus melakukan
perbaikan, dan aksi itu dimulai
dengan menyediakan layanan
bagi korban untuk menyampaikan keluhan, serta menindaklanjuti dengan tepat.
Tags :
#Industri Kelapa SawitPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023