;

Mengencangkan Ikat Pinggang, Tekan Beban Perseroan

Mengencangkan Ikat Pinggang, Tekan Beban Perseroan

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menempuh berbagai cara untuk meredam beban keuangan yang membengkak akibat berbagai pembatasan selama pandemi Covid-19. Komisaris Utama Garuda Indonesia Triawan Munaf mengatakan penghematan terbesar berasal dari negosiasi ulang biaya sewa pesawat serta pembenahan operasinya.

Laporan keuangan perseroan mencatat rugi bersih hingga US$ 712,7 juta atau lebih dari Rp 10 triliun sepanjang semester pertama 2020. Padahal emiten berkode GIAA ini bisa menghasilkan laba bersih sebesar US$ 24,11 juta pada periode serupa tahun lalu.

Banyaknya armada yang dikelola Garuda membuat manajemen mendahulukan rencana renegosiasi dengan lessor untuk mengurangi anggaran leasing. Hingga kini, ucap Triawan, sudah ada 18 lessor yang menyetujui proposal renegosiasi dari Garuda Indonesia.

Hingga akhir 2020, kata Triawan, perusahaan menargetkan penghematan hingga Rp 1,16 triliun.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan manajemennya juga menunda penyewaan pesawat baru yang sudah dipesan, menata frekuensi dan rute, serta mengoptimalkan kinerja kargo.

Sekretaris Jenderal Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Bayu Sutanto memperkirakan bisnis maskapai baru akan pulih pada 2024-2025.

Download Aplikasi Labirin :