Pandemi Tahan Negara Berkembang
Dalam laporan proyeksi ekonomi global yang dirilis Dana Moneter Internasional (IMF), Rabu (14/10/2020), perekonomian negara-negara berkembang di luar China tumbuh negatif 5,7 persen. Proyeksi kali ini lebih buruk ketimbang proyeksi Juni 2020 yang negatif 5 persen.
Adapun pertumbuhan ekonomi kelompok negara maju pada 2020 diproyeksikan negatif 5,8 persen atau lebih baik daripada proyeksi Juni 2020 yang negatif 8,1 persen. Dengan demikian, proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi negatif 4,4 persen atau lebih baik daripada proyeksi Juni 2020 yang terkontraksi 5,2 persen.
Konselor Ekonomi dan Direktur Riset IMF Gita Gopinath menuturkan, proyeksi perekonomian global membaik akibat sejumlah hal. Salah satunya kontraksi ekonomi triwulan II-2020 yang lebih rendah dari perkiraan dan tanda-tanda pemulihan ekonomi pada triwulan III-2020.
Pada 2021, pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan 5,2 persen. Pemulihan negara-negara yang mengandalkan kontak, seperti pariwisata, dan ekspor minyak akan lebih lambat daripada yang berorientasi pada sektor manufaktur.
Dalam laporan yang sama, IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 menjadi negatif 1,5 persen. Dalam Juni 2020, Indonesia diproyeksikan tumbuh negatif 0,3 persen.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan, Indonesia menerapkan bauran kebijakan untuk menghadapi krisis akibat pandemi Covid-19. Bauran kebijakan itu untuk menjaga volatilitas nilai tukar dan aliran modal serta konsistensi target inflasi.
Postingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023