IMF Mendesak Belanja Pemerintah Dipacu
Ekonomi global sakit parah oleh krisis Kesehatan tersebut. Sektor jasa praktis terhenti. Banyak orang yang mencemaskan lapangan kerjanya. Sedangkan banyak pemerintah juga dihadapkan pada lonjakan utang. IMF dalam prediksi terakhir pada Juni 2020 memperkirakan ekonomi global kontraksi 4,9% pada tahun ini. Tetapi kejatuhannya sekarang disebut – sebut bisa jadi lebih dalam karena banyak pemerintah sekarang dihadapkan pada gelombang kedua infeksi virus baru tersebut. Sekarang IMF mendesak para pemerintah untuk meningkatkan belanja publik. Untuk membantu pemulihan ekonomi dan juga menciptakan lapangan kerja.
Bagi negara – negara maju dan ekonomi berkembang manaikkan belanja publik sebesar satu persen PDB dapat menciptakan tujuh juta lapangan kerja langsung, dan antara 20 juta hingga 33 juta lapangan kerja secara keseluruhan bila menghitung efek – efek tak langsung dari ekonomi makrornya, “ kata IMF dalam laporan terbaru Monitor Fiskalnya di Washington, AS. Seperti saat ini peningkatan belanja publik sebesar 1% PDB dapat menguatkan kepercayaan terhadap pemulihan dan meningkatkan PDB itu sebesar 2,7%. “ ( juga ) belanja swasta sebesar 10%, dan penyerapan lapangan kerja 1,2% dalam dua tahun, jika belanjanya itu berkualitas tinggi dan jika beban utang publik dan swasta yang sekarang tidak melemahkan respons sektor swasta terhadap stimulus, “ papar IMF. Karena puluhan juta orang di seluruh dunia masih tidak mendapatkan lagi pekerjaan, putaran kedua belanja pemerintah atau stimulusnya itu masih akan bernilai triliunan dolar AS. Banyak industri masih terdampak parah oleh langkah – langkah pembatas. Kepercayaan publik juga belum pulih untuk mulai meningkatkan lagi belanjanya.
Tags :
#Kebijakan PemerintahPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023