;

Jurnalis Uddin, Seorang Dokter yang juga Akademisi dan Pejuang Kemanusiaan

Jurnalis Uddin, Seorang Dokter yang juga Akademisi dan Pejuang Kemanusiaan

Menjelang usia 88 tahun, Jurnalis Uddin masih bekerja. Dia adalah dokter yang terlibat menggagas pendirian Sekolah Tinggi Kedokteran Yarsi atau Yayasan RS Islam di Jakarta, kini Universitas Yarsi. Jurnalis masih aktif mengurus perkembangan Universitas Yarsi dan mengembangkan pendidikan kedokteran Islam di Indonesia dan dunia. Jurnalis juga dikenal sebagai salah satu pendiri Federation of Islamic Medical Associations (FI-MA). Sebanyak 10 organisasi medis Islam di dunia, termasuk Indonesia, mendirikan FIMA di Florida, AS. Para pendiri itu adalah profesional medis senior dunia yang awalnya rutin bertemu di AS. Para dokter Muslim dan organisasi medis Muslim yang tergabung di FIMA memberikan pengobatan untuk masyarakat miskin dan terjun ke daerah perang untuk menyelamatkan korban. Jurnalis senang dengan perkembangan FIMA yang tetap aktif menjadi wadah berbagi pengetahuan bagi dokter Muslim di seluruh dunia dalam bidang pendidikan, etika ke-okteran, bantuan kemanusiaan dan medis.

Di Pakistan, FIMA menggelar operasi katarak untuk masyarakat miskin. Para dokter FIMA juga membantu pengungsi Rohingya asal Myanmar di Bangladesh yang jumlahnya lebih dari 1 juta orang. ”Saya menyaksikan para dokter yang melakukan aksi kemanusiaan untuk orang-orang yang tak berdaya karena kemiskinan, perang dan pengungsi,” katanya. Jurnalis sebagai Ketua Pembina Yayasan Yarsi ambil bagian melakukan aksi kemanusiaan. Dia memutuskan untuk memberi beasiswa kuliah kedokteran bagi anakmuda dari Palestina agar bermanfaat bagi negara mereka. Kini, ada satu mahasiswa kedokteran yang kuliah sejak tahun lalu. Masih ada lagi yang disiapkan di Gaza dimulai dengan memberi kursus bahasa Indonesia. Kesehatan Jurnalis masih prima. Jurnalis sering pulang ke kampung halamannya di Sumbar. Di sana, ia membantu masyarakat setempat. Termasuk membangunkan masjid yang dilengkapi teknologi digital.

Jurnalis yang juga mengajar di FK Universitas Ibnu Chaldun, Jakarta, merasa terpanggil untuk menyelamatkan 100 mahasiswa yang terkatung-katung nasibnya. Dia memanfaatkan fasilitas ruang belajar dan laboratorium di FKUI supaya para mahasiswa tidak terputus kuliahnya. Peluang itu membuat pikiran Jurnalis terbuka untuk mendirikan pendidikan kedokteran berbasis iman Islam yang berkualitas untuk mendukung pengembangan RS Islam di Jakarta. Setelah mendapat izin, Jurnalis bersama beberapa rekannya mendirikan Sekolah Tinggi Kedokteran Yarsi tahun1967. Pendidikan kedokteran diUniversitas Yarsi dilengkapidengan RS pendidikan, yakni RS Islam Yarsi serta RS Gigi dan Mulut Yarsi. Layanan kesehatannya menerapkan standar pelayanan syariah yang siap melayani umat dengan ramah dan professional sehingga warga negara Indonesia tidak perlu ke luar negeri untuk mendapat pelayanan medis terbaik. Pada 1989 sekolah tinggi itumenjadi Universitas Yarsi. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :