;

Harga Beras Tetap

20 Jun 2025 Kompas
Harga Beras Tetap

Pemerintah tidak jadi menaikkan harga eceran tertinggi atau HET beras medium dan premium pada 2025. Pemerintah juga masih mempertahankan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering giling di tingkat penggilingan, beras Perum Bulog dan beras stabilisasi pasokan dan harga pangan atau SPHP. Kebijakan ini menyusul penerapan pembelian gabah kering panen (GKP) di tingkat petani tanpa rafaksi dan standar kualitas minimal Rp 6.500 per kg. GKP adalah gabah yang baru saja dipanen dan memiliki kadar air tinggi. Sementara, gabah kering giling (GKG) adalah gabah yang telah melalui proses pengeringan. Kadar airnya lebih rendah dan siap digiling menjadi beras. Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, Kamis (19/8) mengatakan, harga GKP di tingkat petani diperkirakan terus naik di atas Rp 7.000 per kg, lantaran produksi beras pasca panen raya padi turun.

”Kendati harga GKP petani naik, pemerintah tidak menaikkan harga GKG di tingkat penggilingan dan gudang Bulog. Pemerintah juga tidak mengubah harga beras Bulog dan SPHP, serta HET beras medium dan premium,” ujarnya. Melalui kebijakan itu, harga patokan komoditas di sektor perberasan, selain GKP, pada tahun ini sama dengan tahun lalu. Harga GKG di tingkat penggilingan dan di gudang Bulog, Rp 8.000 perkg dan Rp 8.200 per kg. Harga beras di gudang Bulog Rp 12.000 per kg. Namun, untuk keperluan operasi pasar atau SPHP, harga beras tersebut dipatok Rp 11.000 per kg untuk zona 1, Rp 11.300 per kg untuk zona 2 dan Rp 11.600 per kg untuk zona 3. Zona 1 mencakup Jawa, Lampung, Sumsel, Bali, NTB dan Sulawesi. Zona 2 meliputi Aceh, Sumut, Sumbar, Bengkulu, Riau, Kepri, Jambi, Kepulauan Babel, NTT dan Kalimantan. Zona 3 mencakup Maluku dan Papua. HET beras medium dan premium ditingkat konsumen juga masih sama, Rp 12.500-Rp 13.500 per kg berdasarkan zonasi. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :