;

Konflik Dagang Masih Bayangi Global Trade

Ekonomi Hairul Rizal 11 Jun 2025 Bisnis Indonesia
Konflik Dagang Masih Bayangi Global Trade

Minat investor asing terhadap surat utang negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, menunjukkan tren positif dalam beberapa bulan terakhir. Peningkatan ini dipicu oleh penurunan suku bunga acuan dan apresiasi mata uang lokal terhadap dolar AS, yang menjadikan pasar obligasi lebih menarik.

Data dari Financial Supervisory Service mencatat bahwa sejak April 2025, Indonesia menerima investasi asing sebesar US$2,1 miliar, sementara Thailand mendapatkan US$1,7 miliar. Bahkan, Malaysia, menurut Bank Negara Malaysia, mengalami lonjakan tertinggi sejak 2013 dengan inflow sebesar US$2,9 miliar pada Mei 2025. Khusus Indonesia, kepemilikan asing atas obligasi pemerintah per 27 Mei 2025 telah mencapai Rp923,75 triliun, meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya.

Kebijakan moneter longgar turut mendorong arus modal. Bank Indonesia, melalui kebijakan yang dipimpin oleh Gubernur Perry Warjiyo, menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,50% pada Mei 2025, sebagai upaya menjaga stabilitas makroekonomi dan mendukung pertumbuhan.

Meski demikian, Harian ini mengingatkan akan risiko eksternal, terutama perang dagang antara AS dan China, yang bisa memicu volatilitas dan menghambat aliran investasi. Dampak proteksionisme global terhadap rantai pasok dan pertumbuhan ekonomi juga perlu diantisipasi, karena dapat menekan permintaan dan stabilitas pasar obligasi negara berkembang.

Dengan demikian, keberlanjutan stabilitas ekonomi domestik dan arah kebijakan Bank Indonesia menjadi faktor krusial dalam menjaga daya tarik obligasi Indonesia di mata investor asing. Meski prospek jangka pendek masih cerah, kewaspadaan terhadap gejolak global tetap diperlukan untuk menjaga kepercayaan pasar dalam jangka panjang.


Download Aplikasi Labirin :