Pemberdayaan Desa, Pilar Ekonomi Masa Depan
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih muncul sebagai respons strategis negara untuk membangun kedaulatan ekonomi rakyat dari tingkat akar rumput, di tengah tantangan globalisasi dan desentralisasi yang tidak merata. Gagasan ini bukanlah sekadar proyek politik jangka pendek, melainkan koreksi atas ketimpangan struktural yang selama ini menjadikan desa sebagai objek pembangunan semata.
Tokoh penting dalam narasi ini adalah Bung Hatta, Bapak Koperasi Indonesia, yang semangatnya menjadi inspirasi untuk menjadikan koperasi sebagai instrumen rakyat dalam memperkuat kemandirian ekonomi. Pemerintah, melalui berbagai kebijakan dan skema, menunjukkan tekad untuk memperkuat peran desa dalam sistem ekonomi nasional. Namun demikian, seperti disampaikan oleh CELIOS, kritik terhadap desain dan potensi risiko koperasi ini tidak boleh diabaikan. Justru evaluasi harus dijadikan bahan perbaikan, bukan alasan pembatalan.
Pemerintah disarankan tidak hanya menekankan target kuantitatif semata, seperti pencapaian 80.000 unit koperasi, melainkan juga memperkuat aspek tata kelola, partisipasi warga, dan penyesuaian terhadap potensi lokal. Rekomendasi penting meliputi penguatan checks and balances di tingkat desa, fleksibilitas bentuk usaha koperasi, dan penerapan pembiayaan yang lebih adaptif seperti blended finance.
Dengan pendekatan inklusif dan berbasis komunitas, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat menjadi platform struktural yang merevitalisasi ekonomi perdesaan—bukan dengan menyeragamkan, tetapi menyediakan pijakan bagi desa untuk tumbuh dan tersambung ke jaringan pasar nasional. Program ini belum sempurna, namun layak diperjuangkan sebagai jembatan menuju transformasi ekonomi yang berpihak pada rakyat.
Tags :
#EkonomiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023