Hadirnya Dua Bank Syariah Besar Baru
Terbentuknya bank umum syariah melalui proses
spin-off (pemisahan unit usaha syariah) berpotensi meningkatkan pembiayaan
industri perbankan syariah. Perkembangan tersebut juga diharapkan dapat
membentuk persaingan bisnis perbankan syariah lebih sehat dan tidak dikuasai satu
bank. Berdasarkan ketentuan OJK, terdapat dua unit usaha perbankan yang
diwajibkan melakukan pemisahan, yakni milik PT Bank Tabungan Negara (Persero)
Tbk atau BTN dan PT Bank CIMB Niaga Tbk. Keduanya telah memenuhi kriteria
jumlah aset minimal Rp 50 triliun. Guru Besar Bidang Ekonomi Keuangan Sosial
Syariah IPB University, Irfan Beik berpendapat, langkah itu dapat memperluas
jangkauan pembiayaan syariah. Selain itu, dengan ukuran yang lebih besar, biaya
dana (cost of fund) dapat ditekan sehingga bisnis dapat berjalan lebih efisien.
”Dari sisi pembiayaan akan lebih kompetitif,
bahkan dibanding induknya, juga dengan bank-bank konvensional, karena
konsolidasi itu akan meningkatkan efisiensi dari sisi financing sehingga beban
kewajiban dari sisi nasabah pembiayaan akan lebih rendah,” katanya, Jumat
(6/6). Hingga April 2025, pembiayaan oleh industri perbankan syariah tercatat Rp
653,44 triliun atau tumbuh 8,87 % secara tahunan, melambat dibanding tahun lalu
yang tumbuh 14,87 %. Total aset industri perbankan syariah tercatat Rp 954,51
triliun atau tumbuh 8,53 % secara tahunan. Secara keseluruhan, pangsa pasar
industri perbankan syariah sebesar 7,44 % dari total aset perbankan nasional. Bank
syariah tak bisa hanya mengandalkan pengembangan bisnis lewat penyaluran
pembiayaan. Untuk mengembangkan pangsa pasar secara signifikan, bank syariah
harus masuk ke dalam bisnis berbasis ekosistem. Misalnya, bank syariah ikut membangun
rantai pasok industri makanan dan minuman halal dari hulu hingga hilir. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023