Ekspor Terpukul Kebijakan Tarif Trump yang Menekan Pasar Nasional
Kebijakan tarif resiprokal AS yang diinisiasi Presiden Donald Trump menekan ekspor nasional. Pada April 2025, ekspor Indonesia turun 10% secara bulanan (moth to month/mtm) menjadi US$ 20,7 milira dari US$ 23,2 miliar. Pada bulan itu, berdasarkan data BPS, ekspor nonmigas Indonesia ke AS turun 20,8% menjadi US$ 2 miliar dari US$ 2,6 miliar. AS adalah salah satu mitra dagang utama Indonesia selain Asean, Uni Eropa China, Jepang, dan India. Ekspor ke Uni Eropa terpangkas 20,13% menjadi US$ 1,38 miliar secara bulanan, sedangkan ke China turun 7% menjadi US$ 4,8 miliar. Penurunan ekspor terdalam mengarah ke Australia sebesar 39,5%, lalu Korea Selatan sebesar 28,19%, sedangkan India terpangkas 7,24%. BPS mencatat, dibandingkan April 2025 (yoy), ekspor bulan lalu masih tumbuh 6,6% dari US$ 19,6 miliar. Perinciannya, ekspor minyak dan gas turun 19% menjadi US$ 1,1 miliar, sedangkan nonmigas tumbuh 7,1% menjadi US$ 19,5 miliar. Per April 2025, total ekspor mencapai US$ 87,3 miiar, dari US$ 81,9 miliar, tumbuh 6,6% dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 81,9 miliar. Pada periode itu, ekspor migas turun 8,4%, sedangkan nonmigas tumbuh 7,68%. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023