;

Strategi Baru di Tengah Kredit yang Lesu

Ekonomi Hairul Rizal 28 May 2025 Bisnis Indonesia (H)
Strategi Baru di Tengah Kredit yang Lesu

Bank Indonesia (BI) merevisi target pertumbuhan kredit tahun 2025 dari proyeksi awal 11%–13% menjadi hanya 8%–11% akibat kondisi makroekonomi yang melemah dan perlambatan penyaluran kredit. Meski demikian, mayoritas bank tidak langsung mengubah rencana bisnis bank (RBB) mereka karena telah mengantisipasi situasi ini sejak awal tahun. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuka ruang bagi revisi RBB pada pertengahan tahun jika diperlukan.

Beberapa bank seperti CIMB Niaga dan Bank Tabungan Negara memilih pendekatan konservatif dengan menurunkan target pertumbuhan kredit atau mempertahankan target tahun sebelumnya, sambil mengoptimalkan sumber pendapatan nonbunga dan menegakkan prinsip “liquidity first” karena persaingan dana pihak ketiga yang ketat. Sementara itu, Citibank Indonesia berencana melakukan penyesuaian RBB pada akhir Juni 2025 untuk menyesuaikan target kredit berdasarkan kinerja ekonomi kuartal I dan II.

Dalam menghadapi perlambatan kredit dan likuiditas, BI juga menurunkan suku bunga acuan dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memangkas tingkat suku bunga penjaminan simpanan guna mengurangi biaya dana perbankan dan melonggarkan persaingan likuiditas. Meski kompetisi dana tetap ada, terutama jika bank menargetkan pertumbuhan kredit tinggi, persaingan tersebut diperkirakan masih dalam tingkat yang terkendali (manageable).

Secara keseluruhan, langkah BI merevisi target kredit disikapi dengan hati-hati oleh industri perbankan yang lebih fokus pada konservatisme, efisiensi biaya, dan diversifikasi sumber pendapatan di tengah tantangan ekonomi saat ini.


Tags :
#Kredit
Download Aplikasi Labirin :