;

UMKM Sulit Akses Kredit di Tengah Risiko Meningkat

Ekonomi Hairul Rizal 26 May 2025 Kontan
UMKM Sulit Akses Kredit di Tengah Risiko Meningkat
Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih menghadapi tekanan signifikan yang terlihat dari lemahnya pertumbuhan kredit dan memburuknya kualitas aset di segmen ini. Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit UMKM hanya sebesar 2,3% secara tahunan per April 2025, dengan kredit mikro bahkan mengalami kontraksi 2,5%. Rasio kredit bermasalah (NPL) UMKM juga meningkat menjadi 4,36%, menandakan risiko yang makin tinggi di sektor ini.

Sekretaris Perusahaan BRI, Hendy Bernadi, menjelaskan bahwa BRI kini lebih ketat dalam menilai kapasitas bayar debitur pada kredit mikro karena tidak diperbolehkannya agunan tambahan, sehingga bank harus berhati-hati menyalurkan kredit. Sementara itu, Maria Trifanny Fransiska, Head of Sustainability Maybank, menyatakan bahwa Maybank fokus pada usaha menengah atas yang profil risikonya lebih bisa diantisipasi, namun tetap memberikan kredit mikro melalui kerjasama dengan lembaga keuangan lain dan fintech.

Presiden Direktur CIMB Niaga, Lani Darmawan, mengungkapkan bahwa lambatnya pertumbuhan kredit UMKM disebabkan oleh menurunnya permintaan akibat stagnasi omset dan aktivitas usaha. Sedangkan EVP Corporate Communication BCA, Hera F. Haryn, menyebutkan bahwa BCA berupaya mendorong kredit UMKM dengan menawarkan suku bunga khusus untuk UMKM yang berbasis lingkungan sosial, tata kelola baik, dan pengusaha wanita.

Kondisi kredit UMKM yang melemah dan meningkatnya NPL memerlukan intervensi pemerintah serta strategi perbankan yang lebih selektif dan inovatif untuk menjaga keberlanjutan pembiayaan sektor ini.
Tags :
#UMKM #Kredit
Download Aplikasi Labirin :