Fintech Masih Jadi Penopang Kredit Bank
Di tengah melambatnya permintaan kredit konvensional, sejumlah bank di Indonesia mengandalkan strategi kredit channeling melalui kemitraan dengan fintech lending untuk menjaga pertumbuhan pembiayaan. Berdasarkan data OJK per Februari 2025, bank telah menyalurkan dana sebesar Rp 49,4 triliun ke fintech lending, atau 61,69% dari total pendanaan yang diterima sektor tersebut — meningkat dari bulan sebelumnya.
PT Bank CTBC Indonesia, yang dipimpin oleh Presiden Direktur Iwan Satawidinata, baru saja menyalurkan tahap pertama pendanaan senilai Rp 250 miliar ke Easycash. Iwan menegaskan bahwa kolaborasi ini memperluas jangkauan pembiayaan dan menjaga kualitas portofolio pinjaman bank.
Standard Chartered Bank Indonesia (SCBI), melalui CEO Donny Donosepoetro, menargetkan pembiayaan ke fintech hingga Rp 6,6 triliun pada akhir 2025. Donny menekankan bahwa digital lending menjadi pilar utama untuk mendorong inklusi keuangan, terutama di sektor mikro. SCBI menggandeng delapan fintech, termasuk Amartha, yang telah menerima Rp 700 miliar dan menargetkan total pembiayaan Rp 2 triliun untuk 400.000 womenpreneur.
Bank Oke, melalui Direktur Kepatuhan Efdinal Alamsyah, mencatat outstanding kredit channeling ke fintech sebesar Rp 600 miliar per Mei 2025, naik 11% dari akhir tahun lalu. Efdinal menjelaskan bahwa nilai ini bersifat fluktuatif sesuai dengan pola cicilan pinjaman.
Kemitraan antara perbankan dan fintech lending menunjukkan tren yang positif dan terus berkembang, menjadi solusi strategis bagi industri perbankan dalam memperluas akses keuangan di tengah perlambatan kredit tradisional.
Tags :
#Financial TechnologyPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023