;

Target Kredit Direvisi, BI Lebih Realistis

Ekonomi Hairul Rizal 22 May 2025 Kontan
Target Kredit Direvisi, BI Lebih Realistis
Pertumbuhan kredit perbankan Indonesia mengalami perlambatan hingga April 2025, mencerminkan pelemahan daya beli masyarakat dan ketidakpastian ekonomi. Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa kredit hanya tumbuh 8,88% yoy, turun dari 9,16% pada Maret, dan menjadi laju pertumbuhan terlemah sejak September 2023.

Perlambatan paling terasa terjadi pada kredit konsumsi dan modal kerja, masing-masing hanya tumbuh 8,97% dan 4,62% yoy, dibandingkan Desember 2024 yang mencapai 10,61% dan 8,35%. Satu-satunya sektor yang mencatatkan pertumbuhan positif adalah kredit investasi, yang naik 15,86% yoy.

Merespons tren ini, Gubernur BI Perry Warjiyo menurunkan proyeksi pertumbuhan kredit tahun ini menjadi 8%-11% dari sebelumnya 11%-13%. Namun, Perry tetap optimistis bahwa pertumbuhan kredit akan meningkat dalam beberapa bulan mendatang seiring dengan penurunan suku bunga acuan dan pelonggaran kebijakan makroprudensial.

Perry menegaskan, “BI akan terus memperkuat kebijakan makroprudensial yang akomodatif untuk mendorong pertumbuhan kredit lebih tinggi.”

Dari sisi perbankan, beberapa bank besar telah mengantisipasi perlambatan ini. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menetapkan target konservatif sebesar 6%-8% yoy, meskipun per April 2025 kredit mereka masih tumbuh kuat sebesar 12,8% yoy. Hera F. Haryn, EVP Corporate Communication BCA, menyebutkan bahwa ekspansi kredit tetap dilakukan secara selektif, mempertimbangkan stabilitas ekonomi dan profil risiko debitur.

Sementara itu, Bank Mandiri tetap percaya diri dengan target pertumbuhan kredit 10%-12%, seiring kredit mereka yang tumbuh 16,5% hingga Maret 2025. M. Ashidiq Iswara, Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri, menegaskan bahwa fokus akan tetap pada sektor prospektif dengan prinsip kehati-hatian.

Meskipun laju kredit melambat, sinyal positif masih ada dari pertumbuhan kredit investasi dan kesiapan bank-bank besar dalam mengelola ekspansi secara hati-hati. Harapan peningkatan pertumbuhan tetap bergantung pada respons kebijakan moneter dan pemulihan permintaan domestik.
Tags :
#Kredit
Download Aplikasi Labirin :