;

Permintaan Lemah Jadi Penghambat Ekonomi

Ekonomi Hairul Rizal 22 May 2025 Kontan
Permintaan Lemah Jadi Penghambat Ekonomi
Meski menghadapi tekanan dari penurunan harga batubara dan melemahnya permintaan otomotif domestik, prospek PT Astra International Tbk (ASII) dinilai masih cukup cerah oleh sejumlah analis berkat diversifikasi bisnisnya dan posisi dominannya di berbagai sektor.

Pendapatan ASII pada kuartal I 2025 tumbuh 2,64% yoy menjadi Rp 83,36 triliun, namun laba bersih justru turun 7,12% yoy menjadi Rp 6,93 triliun. Indy Naila, Investment Analyst dari Edvisor Profina Visindo, menilai tekanan masih akan berlanjut karena tingginya suku bunga acuan dan melemahnya daya beli, serta fluktuasi harga batubara. Meski begitu, ia mencatat potensi pertumbuhan dari sektor infrastruktur lewat United Tractors (UNTR) dan normalisasi harga CPO dari agribisnis.

Budi Rustanto, analis dari OCBC Sekuritas Indonesia, memperkirakan laba bersih ASII akan turun 11,65% pada 2025 menjadi Rp 30,08 triliun, namun tetap melihat sinyal pemulihan, terutama di sektor otomotif, di mana ASII mempertahankan pangsa pasar 54% dan diperkirakan menjual 850.000 unit mobil sepanjang 2025.

ASII juga memperkuat strategi elektrifikasi kendaraan melalui pengembangan xEV (eXtended Electric Vehicle). HEV (Hybrid Electric Vehicle) dianggap lebih cepat diterima pasar nasional dibanding BEV (Battery Electric Vehicle), sehingga ASII fokus memperluas portofolio HEV, termasuk model tujuh penumpang.

Di sektor roda dua, ASII tetap mendominasi dengan pangsa pasar 77%, dan target penjualan 6,7 juta unit tahun ini. Di tengah tekanan sektor tambang, penjualan alat berat dan tambang emas masih jadi penopang bisnis.

Paulina Margareta dari Maybank Sekuritas Indonesia memperkirakan kinerja ASII akan melemah secara moderat tahun ini, namun tetap stabil dalam jangka panjang. Ia menilai ASII sebagai opsi defensif yang solid dengan portofolio kuat, valuasi rendah, dan dividen menarik, memberi rating "buy" dengan target harga Rp 5.650 per saham. Budi juga memberi rekomendasi buy dengan target Rp 5.800, sedangkan Indy menyarankan buy on weakness dengan target Rp 5.025.
Download Aplikasi Labirin :