;

Bantuan Sosial Jadi Andalan pada Masa Resesi

Bantuan Sosial Jadi Andalan pada Masa Resesi

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, mengatakan resesi akibat pertumbuhan ekonomi negatif berdampak penurunan kinerja dunia usaha. Kondisi ini berpotensi memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masif yang berimbas pada tingkat pengangguran dan kemiskinan.

Menurut Faisal, desain bantuan yang dibutuhkan harus menyasar target penerima seluas-luasnya, khususnya kalangan yang paling terkena dampak pandemi, seperti segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Berikutnya adalah program bantuan subsidi gaji untuk karyawan berpenghasilan di bawah Rp 5 juta yang kini baru mengandalkan data peserta Badan Pengelola Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BP Jamsostek) atau kalangan pekerja formal.

Berdasarkan laporan realisasi anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) hingga 16 September lalu, anggaran perlindungan sosial tercatat telah terserap Rp 134,45 triliun dari pagu anggaran sebesar Rp 203,9 triliun.

Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara, menuturkan resesi mengindikasikan terjadinya tekanan yang dalam pada perekonomian, baik sektor keuangan maupun sektor riil. Dia memperkirakan gelombang PHK bakal meningkat karena pengusaha melakukan efisiensi biaya.

Sekretaris Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Raden Pardede, memastikan tambahan anggaran jaring pengaman sosial akan dilakukan oleh pemerintah dalam waktu dekat. Dia menegaskan, anggaran sebesar Rp 695,2 triliun akan diserap habis dan tidak akan ditinggalkan satu sen pun.

Tags :
#Bisnis #Ekonomi
Download Aplikasi Labirin :